- Wakil Ketua BEM UI, Fatimah Azzahra, mengkritisi kebijakan Program Makan Bergizi Gratis dalam diskusi publik bersama Partai Gerindra.
- Fatimah menekankan bahwa pemerintah harus memprioritaskan perbaikan akses pendidikan dan infrastruktur dasar di daerah sebelum menjalankan program tambahan.
- Pernyataan kritis tersebut memicu perdebatan luas di media sosial mengenai efektivitas prioritas pembangunan nasional bagi anak-anak Indonesia.
Sebelum terpilih sebagai Wakil Ketua BEM UI periode 2026, Fatimah telah aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan baik di tingkat fakultas maupun universitas.
Pada tahun 2025, ia menjabat sebagai Kepala Komisi II di Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia (DPM UI). Dalam posisi tersebut, Fatimah berperan dalam penyusunan mekanisme fit and proper test, pembentukan panitia khusus, hingga penguatan praktik demokrasi yang sehat di lingkungan mahasiswa.
Ia juga pernah menjadi orator dalam kegiatan yang diselenggarakan Dewan Guru Besar FKUI bersama BEM FKUI pada 2025. Dalam kesempatan itu, Fatimah menyampaikan orasi budaya bertajuk refleksi mahasiswa kedokteran terhadap dinamika profesi medis dan kebijakan kesehatan nasional.
Pengalaman organisasinya semakin lengkap ketika dipercaya menjadi Ketua Community of Neuroscience and Psychiatry (CORE) FKUI pada 2024. Di organisasi tersebut, ia terlibat dalam pengembangan kurikulum internal, sistem kaderisasi, serta proses seleksi anggota.
Fatimah juga pernah menjabat sebagai Project Officer kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan FSI FKUI pada 2024. Ia memimpin koordinasi berbagai program pelayanan masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga distribusi bantuan sosial.
Tidak hanya aktif berorganisasi, Fatimah juga memiliki prestasi akademik. Pada Mei 2025, ia bersama tim risetnya berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi penelitian nasional The 17th Liver Update.
Pernah Mendapat Teror dan Ancaman Pembunuhan
Perjalanan Fatimah Azzahra sebagai aktivis mahasiswa tidak selalu berjalan mulus. Setelah terpilih sebagai Wakil Ketua BEM UI 2026 bersama Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan, keduanya sempat mengalami serangkaian teror dan ancaman.
Teror tersebut mulai terjadi pada 14 Januari 2026. Bentuk intimidasi yang diterima antara lain pengiriman paket cash on delivery (COD) berupa topeng dengan nilai mencapai Rp1,8 juta, gunting rumput, hingga kursi roda.
Ancaman tidak hanya menyasar Fatimah dan Yatalathof. Sejumlah mahasiswa yang memberikan dukungan kepada pasangan pimpinan BEM UI tersebut juga dilaporkan menerima paket misterius berisi benda-benda mencurigakan, termasuk kain kafan.
Baca Juga: Ahli Pendidikan Tolak Adanya MBG: Lebih dari 2 Juta Pegawai Kantin Tergusur karena Program Ini
Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian publik karena dinilai sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan berorganisasi dan aktivitas demokrasi di lingkungan kampus.
Meski menghadapi berbagai tekanan, Fatimah tetap aktif menjalankan perannya sebagai Wakil Ketua BEM UI. Namanya kembali menjadi sorotan nasional setelah tampil dalam diskusi publik mengenai Program Makan Bergizi Gratis yang memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura