Lifestyle / Female
Kamis, 18 Juni 2026 | 14:39 WIB
wakil ketua BEM UI Fatimah Azzahra (linkedin)
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua BEM UI, Fatimah Azzahra, mengkritisi kebijakan Program Makan Bergizi Gratis dalam diskusi publik bersama Partai Gerindra.
  • Fatimah menekankan bahwa pemerintah harus memprioritaskan perbaikan akses pendidikan dan infrastruktur dasar di daerah sebelum menjalankan program tambahan.
  • Pernyataan kritis tersebut memicu perdebatan luas di media sosial mengenai efektivitas prioritas pembangunan nasional bagi anak-anak Indonesia.

Sebelum terpilih sebagai Wakil Ketua BEM UI periode 2026, Fatimah telah aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan baik di tingkat fakultas maupun universitas.

Pada tahun 2025, ia menjabat sebagai Kepala Komisi II di Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia (DPM UI). Dalam posisi tersebut, Fatimah berperan dalam penyusunan mekanisme fit and proper test, pembentukan panitia khusus, hingga penguatan praktik demokrasi yang sehat di lingkungan mahasiswa.

Ia juga pernah menjadi orator dalam kegiatan yang diselenggarakan Dewan Guru Besar FKUI bersama BEM FKUI pada 2025. Dalam kesempatan itu, Fatimah menyampaikan orasi budaya bertajuk refleksi mahasiswa kedokteran terhadap dinamika profesi medis dan kebijakan kesehatan nasional.

Pengalaman organisasinya semakin lengkap ketika dipercaya menjadi Ketua Community of Neuroscience and Psychiatry (CORE) FKUI pada 2024. Di organisasi tersebut, ia terlibat dalam pengembangan kurikulum internal, sistem kaderisasi, serta proses seleksi anggota.

Fatimah juga pernah menjabat sebagai Project Officer kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan FSI FKUI pada 2024. Ia memimpin koordinasi berbagai program pelayanan masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga distribusi bantuan sosial.

Tidak hanya aktif berorganisasi, Fatimah juga memiliki prestasi akademik. Pada Mei 2025, ia bersama tim risetnya berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi penelitian nasional The 17th Liver Update.

Pernah Mendapat Teror dan Ancaman Pembunuhan

Perjalanan Fatimah Azzahra sebagai aktivis mahasiswa tidak selalu berjalan mulus. Setelah terpilih sebagai Wakil Ketua BEM UI 2026 bersama Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan, keduanya sempat mengalami serangkaian teror dan ancaman.

Teror tersebut mulai terjadi pada 14 Januari 2026. Bentuk intimidasi yang diterima antara lain pengiriman paket cash on delivery (COD) berupa topeng dengan nilai mencapai Rp1,8 juta, gunting rumput, hingga kursi roda.

Ancaman tidak hanya menyasar Fatimah dan Yatalathof. Sejumlah mahasiswa yang memberikan dukungan kepada pasangan pimpinan BEM UI tersebut juga dilaporkan menerima paket misterius berisi benda-benda mencurigakan, termasuk kain kafan.

Baca Juga: Ahli Pendidikan Tolak Adanya MBG: Lebih dari 2 Juta Pegawai Kantin Tergusur karena Program Ini

Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian publik karena dinilai sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan berorganisasi dan aktivitas demokrasi di lingkungan kampus.

Meski menghadapi berbagai tekanan, Fatimah tetap aktif menjalankan perannya sebagai Wakil Ketua BEM UI. Namanya kembali menjadi sorotan nasional setelah tampil dalam diskusi publik mengenai Program Makan Bergizi Gratis yang memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat.

Load More