- PLN membagi pemadaman menjadi kategori terencana untuk perawatan dan tidak terencana akibat gangguan teknis atau cuaca buruk.
- Durasi pemulihan listrik bergantung pada skala kerusakan, mulai dari hitungan menit hingga maksimal delapan jam untuk gangguan besar.
- Pelanggan berhak menerima kompensasi tagihan listrik jika durasi pemadaman melampaui standar mutu pelayanan yang telah ditetapkan pihak PLN.
Suara.com - Pemadaman listrik merupakan salah satu keluhan paling umum yang dialami masyarakat Indonesia sebagai pelanggan PT PLN (Persero). Pertanyaan “Berapa lama sebenarnya pemadaman listrik yang normal?” sering muncul, terutama ketika lampu tiba-tiba padam tanpa pemberitahuan atau pemadaman berlangsung berjam-jam.
Jawabannya tidak tunggal, karena tergantung jenis pemadaman, penyebabnya, serta lokasi kejadian.
Secara umum, pemadaman singkat seperti beberapa menit hingga 1-2 jam, dianggap normal untuk gangguan kecil. Sementara pemadaman terencana atau tak terencana yang lebih lama biasanya diupayakan tidak melebihi beberapa jam.
Jenis Pemadaman Listrik PLN
PLN membagi pemadaman menjadi dua kategori utama:
1. Pemadaman Terencana
Dilakukan untuk pemeliharaan, perbaikan, atau peningkatan jaringan listrik. Pemadaman ini biasanya diumumkan sebelumnya melalui media sosial, aplikasi PLN Mobile, atau pengumuman resmi.
Durasi normal untuk pemadaman terencana relatif singkat, yaitu beberapa jam (umumnya 2-6 jam). Tujuannya adalah mencegah gangguan yang lebih besar di kemudian hari.
2. Pemadaman Tak Terencana
Terjadi karena gangguan mendadak seperti cuaca ekstrem (hujan deras, petir, angin kencang), pohon tumbang, kerusakan teknis, overload, atau gangguan pada transmisi.
Baca Juga: Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
Durasi pemulihan bervariasi: dari hitungan menit hingga beberapa jam, bahkan dalam kasus parah bisa mencapai 6-8 jam atau lebih.
Standar Keandalan PLN: SAIDI dan SAIFI
Untuk mengukur kualitas layanan, PLN menggunakan indikator SAIDI (System Average Interruption Duration Index) dan SAIFI (System Average Interruption Frequency Index).
- SAIDI mengukur rata-rata lama gangguan per pelanggan per tahun (dalam jam).
- SAIFI mengukur rata-rata frekuensi gangguan per pelanggan per tahun.
Menurut Standar PLN (SPLN 68-2:1986), target SAIDI adalah maksimal 21,09 jam/pelanggan/tahun dan SAIFI 3,2 kali/pelanggan/tahun. Standar internasional IEEE lebih ketat (SAIDI sekitar 2,3 jam/tahun).
Di Indonesia, capaian nasional terus membaik. Pada 2020, SAIDI mencapai 12,72 jam/pelanggan/tahun, lebih baik dari target 15 jam.
Artinya, secara rata-rata tahunan, pemadaman yang “normal” secara kumulatif tidak boleh terlalu sering dan lama. Namun, untuk satu kejadian, tidak ada batas mutlak yang disebut “normal” karena bergantung skala gangguan.
Faktor yang Mempengaruhi Durasi Pemadaman
- Gangguan kecil (misalnya sekring putus atau pohon menyentuh kabel): Biasanya diatasi dalam 15-60 menit.
- Gangguan sedang (kerusakan trafo atau saluran distribusi): Bisa 1-4 jam.
- Gangguan besar (blackout transmisi seperti kasus 2019 di Jawa atau 2026 di Sumatera): Pemulihan bisa 3-8 jam atau lebih, dilakukan secara bertahap.
- Faktor eksternal: Cuaca buruk, bencana alam, atau masalah pasokan bahan bakar pembangkit dapat memperpanjang durasi hingga berhari-hari di daerah terpencil.
Di wilayah perkotaan seperti Jakarta, pemulihan biasanya lebih cepat dibanding daerah pedesaan karena infrastruktur yang lebih baik dan cadangan daya yang lebih memadai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis