Lifestyle / Komunitas
Rabu, 01 Juli 2026 | 11:20 WIB
ilustrasi UMKM/warung. [Freepik/freepik]
Baca 10 detik
  • Orderkuota menghadirkan perangkat EDC bagi pelaku UMKM untuk menyediakan layanan perbankan praktis tanpa biaya sewa dan target bulanan.
  • Layanan ini mempermudah masyarakat di daerah minim akses perbankan dalam melakukan transaksi keuangan, tarik tunai, serta pembayaran digital.
  • Penerapan sistem EDC ini terbukti meningkatkan omzet para mitra UMKM dan memperkuat peran warung sebagai pusat aktivitas ekonomi.

Suara.com - Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, pelaku UMKM dituntut terus mencari cara baru agar bisnis tetap berkembang. Kini, warung kelontong tidak lagi hanya mengandalkan penjualan sembako, pulsa, atau kebutuhan sehari-hari. Ada peluang baru yang membuat usaha kecil bisa memiliki sumber pendapatan tambahan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Salah satunya melalui pemanfaatan mesin Electronic Data Capture (EDC) yang memungkinkan warung berubah menjadi agen layanan perbankan. Dengan layanan ini, pelanggan dapat melakukan tarik tunai, transaksi pembayaran, hingga mengakses berbagai layanan keuangan tanpa harus datang ke kantor bank atau mencari ATM.

Head Partnership & Open Banking Orderkuota, Tegar Herlambang, mengatakan banyak pelaku UMKM sebenarnya ingin menghadirkan layanan tersebut. Namun, proses pengajuan ke bank yang cukup rumit serta adanya target transaksi bulanan sering kali menjadi kendala.

Melalui EDC Orderkuota, perusahaan mencoba menawarkan skema yang lebih sederhana. Mitra cukup membeli perangkat satu kali tanpa dikenakan biaya sewa bulanan maupun target transaksi. Seluruh keuntungan dari layanan menjadi milik agen.

"Momentum akselerasi EDC Orderkuota pada 2026 berangkat dari cerita para mitra di lapangan yang membutuhkan solusi lebih mudah untuk mengembangkan usahanya," ujar Tegar.

Tak hanya menjadi peluang bisnis, layanan ini juga menjawab kebutuhan masyarakat yang masih mengandalkan uang tunai, terutama di wilayah yang akses terhadap layanan perbankannya terbatas. Warga kini bisa melakukan tarik tunai atau transaksi keuangan cukup di warung sekitar rumah.

Perangkat tersebut juga telah terintegrasi dengan layanan PPOB dan QRIS, sehingga pemilik warung dapat melayani lebih banyak jenis transaksi dalam satu sistem. Saat periode pencairan bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), layanan tarik tunai menjadi salah satu yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat.

Bagi pelaku usaha, kondisi tersebut membuka peluang peningkatan omzet. Rizal Aldi Bramasta, pemilik Toko Beged Cell, mengaku usahanya mengalami pertumbuhan sejak menggunakan EDC Orderkuota.

"Sejak menggunakan EDC Orderkuota, profit usaha saya tumbuh signifikan mulai dari 20 persen dan terus meningkat setiap bulannya," katanya.

Baca Juga: Perkuat Permodalan dan Perluas Pembiayaan UMKM, OJK Restui Penggabungan Enam BPR Lintas Sumatera

Menurutnya, keberadaan layanan tersebut juga membuat tokonya semakin dikenal warga karena menjadi tempat yang memudahkan berbagai kebutuhan transaksi keuangan.

Ke depan, Orderkuota menargetkan distribusi sekitar 100 unit EDC setiap minggu dengan fokus menyasar wilayah pedesaan yang masih minim layanan keuangan. Selain menyediakan perangkat, perusahaan juga mengklaim memberikan pendampingan dan layanan purna jual bagi para mitra agar UMKM dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Di tengah berkembangnya ekonomi digital, kehadiran layanan seperti ini menunjukkan bahwa transformasi UMKM tidak selalu harus dimulai dari membuka cabang baru atau menambah produk. Menghadirkan layanan yang dibutuhkan masyarakat juga bisa menjadi strategi untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat peran warung sebagai pusat aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.

Load More