- Sepeda gunung dirancang kokoh untuk medan off-road ekstrem dengan ban lebar, suspensi, dan setang lurus yang stabil.
- Road bike didesain ramping untuk jalur aspal mulus guna mengejar kecepatan tinggi dengan posisi tubuh aerodinamis.
- Pemilihan jenis sepeda harus disesuaikan dengan karakteristik medan serta tujuan penggunaan utama agar berkendara menjadi maksimal.
Suara.com - Bagi yang baru ingin memulai hobi bersepeda, melihat jajaran sepeda di toko mungkin terasa membingungkan.
Dua jenis sepeda yang paling populer, tetapi bertolak belakang adalah sepeda gunung (Mountain Bike/MTB) dan sepeda balap (Road Bike).
Sebelum membeli, pahami perbedaan kedua jenis sepeda agar tidak salah.
1. Medan Jalanan
Perbedaan paling mendasar terletak pada tempat mereka melaju. Sepeda gunung dirancang untuk menaklukkan medan off-road yang ekstrem, seperti jalan tanah, berbatu, hutan, hingga jalur berlumpur.
Sebaliknya, road bike adalah raja jalanan aspal yang mulus dan dirancang khusus untuk jalur perkotaan atau trek balap yang rata.
2. Desain Ban dan Ukuran
Jika diperhatikan, ban sepeda gunung berukuran lebar, tebal, dan memiliki kembangan (tapak) yang kasar menonjol. Desain ini berfungsi untuk mencengkeram tanah agar tidak selip.
Sementara itu, road bike menggunakan ban yang sangat ramping, tipis, dan mulus tanpa kembangan guna meminimalkan gesekan dengan aspal agar bisa melaju cepat.
Baca Juga: 6 Sepeda Roadbike Termurah untuk Pemula 2026 dan Tips Memilihnya dari Cyclist
3. Sistem Suspensi (Peredam Kejut)
Sepeda gunung dilengkapi dengan suspensi (baik di depan saja atau depan-belakang) untuk meredam guncangan hebat saat melompati batu atau lubang.
Di sisi lain, road bike umumnya tidak memiliki suspensi (rigid) demi menjaga bobot sepeda tetap ringan dan memastikan seluruh tenaga kayuhan tersalurkan menjadi kecepatan.
4. Bentuk Setang (Handlebar)
Setang sepeda gunung berbentuk lurus dan lebar (flat bar) untuk memberikan kendali yang stabil dan posisi duduk yang tegak saat melewati rintangan.
Road bike menggunakan setang melengkung ke bawah (drop bar), memaksa posisi tubuh pengendara membungkuk agar lebih aerodinamis melawan angin.
Berita Terkait
-
5 Sepeda Kalcer Commuter Termurah 2026, Mulai Rp2 Jutaan untuk Ngantor dan Nongkrong
-
Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Sepeda Hybrid vs Gravel yang Perlu Diketahui Sebelum Beli
-
5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
-
Sepeda Hybrid Berapa Harganya? Ini 4 Rekomendasi Terbaik Buatan Lokal yang Murah
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Awas Macet! Jalur Transjakarta Gatsu Berlaku Mix Traffic hingga November 2026
-
5 Sunscreen Korea SPF 50 untuk Base Makeup Harian, Bebas Efek Abu-Abu!
-
Tuntut Pelunasan Hak Pekerja Trans Jogja, KSBSI Desak Dishub DIY dan PT AMI Buka Ruang Mediasi
-
Keker ke Langit di Tengah Demo Mahasiswa, Sosok Diduga Intel Bawa Drone Jammer Berharga Fantastis
-
Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos
-
Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas
-
Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan
-
Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?
-
Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus
-
Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026