- Perubahan dunia kerja akibat kecerdasan buatan menuntut anak memiliki keterampilan adaptif dan kreativitas tinggi sejak usia dini.
- Anak-anak butuh fondasi yang lebih mendasar, yaitu kecintaan pada proses belajar itu sendiri.
- Tantangan di Indonesia sendiri terasa cukup nyata. Mengacu pada penilaian PISA 2022 yang dikutip oleh UNICEF Indonesia, rupanya baru 26% siswa berusia 15 tahun di tanah air yang mampu menunjukkan keterampilan pemikiran kreatif dasar.
Suara.com - Membesarkan anak di era yang serba cepat ini kerap membuat kita sebagai orang tua sering kali overthinking. Dengan pesatnya teknologi kecerdasan buatan (AI), sulit menebak profesi apa yang kelak akan tetap bertahan dan relevan bagi mereka. Oleh karena itu, membekali anak dengan nilai akademis semata ternyata tak lagi cukup.
Anak-anak butuh fondasi yang lebih mendasar, yaitu kecintaan pada proses belajar itu sendiri. Konsep lifelong learning inilah yang kini dipandang semakin esensial untuk diterapkan. Mengapa mindset ini begitu krusial bagi tumbuh kembang anak di masa depan? Mari kita bedah alasannya:
1. Menghadapi Dinamika Dunia Kerja yang Berubah
Dunia kerja anak-anak kita kelak akan sangat berbeda dari sekarang. Berdasarkan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF), diperkirakan ada sekitar 170 juta lapangan kerja baru yang akan tercipta pada tahun 2030. Di sisi lain, 92 juta pekerjaan justru akan tergantikan oleh adopsi AI. Kondisi ini menyebabkan 40% kebutuhan keterampilan di dunia kerja akan mengalami perubahan drastis. Bahkan, laporan tersebut mencatat bahwa 66% pekerjaan di masa depan adalah bentuk kolaborasi antara manusia dengan teknologi. Karenanya, anak membutuhkan kompetensi yang tidak bisa sekadar direplikasi oleh mesin.
2. Memacu Kemampuan Berpikir Kreatif Anak
Tantangan di Indonesia sendiri terasa cukup nyata. Mengacu pada penilaian PISA 2022 yang dikutip oleh UNICEF Indonesia, rupanya baru 26% siswa berusia 15 tahun di tanah air yang mampu menunjukkan keterampilan pemikiran kreatif dasar. Yang lebih mengejutkan, hanya 5% yang berhasil mencapai tingkat tinggi. Padahal, kreativitas adalah keterampilan yang semakin dicari dan dinilai tidak bisa ditawar oleh para pemberi kerja di tingkat global. Tentu saja, skill ini bukan sesuatu yang bisa diperbaiki saat anak sudah dewasa, melainkan wajib ditanamkan sejak usia dini.
3. Menyeimbangkan Keterampilan dan Pola Pikir
Untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, ada bekal spesifik yang perlu disiapkan. Gentem Lifelong Learning Group mendefinisikan lifelong learning sebagai kombinasi harmonis dari empat keterampilan utama, yaitu komunikasi, pemikiran kritis, kolaborasi, dan kreativitas. Anak juga harus diiringi dengan empat pola pikir krusial, yakni rasa ingin tahu, inisiatif, resiliensi, serta kemampuan beradaptasi. Gabungan elemen-elemen ini sangat penting, baik saat anak menempuh pendidikan formal, hingga saat mereka bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari kelak.
4. Pentingnya Metode Belajar yang Berpusat pada Anak
Baca Juga: Ancaman Phishing Makin Ganas, Kaspersky Blokir 140 Juta Serangan dalam Tiga Bulan
Menanamkan rasa cinta belajar artinya kurikulum tidak boleh hanya berfokus pada hasil akademis semata. Anak-anak butuh metodologi yang menggabungkan project-based learning, experiential learning, hingga metode inquiry-based. Pembelajarannya juga idealnya mencakup perkembangan kognitif, karakter, dan komunikasi, serta berani mengintegrasikan AI sebagai bagian dari proses eksplorasi.
Menyambut Solusi Belajar yang Menyenangkan
Merespons urgensi inilah, program Genstarkids hadir sebagai wadah yang dirancang untuk menumbuhkan kecintaan belajar pada anak usia 2,5 hingga 12 tahun. Program ini baru saja diluncurkan secara publik bersamaan dengan pembukaan center ke-12 Gentem di Living World Kota Wisata, Cibubur, yang juga diisi dengan diskusi talk show inspiratif tentang pendidikan anak.
Dalam kesempatan tersebut, Kish Gill selaku CEO & Founder Gentem Lifelong Learning Group menyampaikan filosofi mendalam di balik visi mereka:
“Setiap brand yang kami bangun berangkat dari satu nilai yang sama: pembelajaran tidak pernah berhenti, dan mereka yang memiliki mindset tersebut adalah mereka yang akan terus berkembang. Genstarkids adalah upaya kami untuk membantu anak usia 2,5–12 tahun mencintai proses belajar itu sendiri, sehingga rasa ingin tahu, kreativitas, dan dorongan untuk terus bertumbuh hadir secara natural. Fondasi inilah yang akan menopang kesuksesan mereka di masa depan, baik secara akademis maupun saat kelak memasuki dunia kerja.”
Pendekatan yang mengutamakan proses eksplorasi anak ini turut mendapat dukungan penuh dari Pritta Tyas, Founder Sekolah Bumi Nusantara Montessori:
“Yang menarik perhatian saya dari Genstarkids adalah bagaimana program ini benar-benar dibangun di sekitar anak, bukan sekadar seputar hasil. Komunikasi, karakter, dan pertumbuhan kognitif adalah fondasi yang tepat bagi generasi berikutnya, dan saya percaya pada misi ini dalam jangka panjang. Saya bangga dapat mendukung Genstarkids dan membawa keyakinan Lifelong Learning ini kepada keluarga-keluarga di seluruh Indonesia.”
Berita Terkait
-
Ancaman Phishing Makin Ganas, Kaspersky Blokir 140 Juta Serangan dalam Tiga Bulan
-
AI Mengubah Cara Kerja Generasi Muda: Peluang atau Malah Ancaman?
-
Rahasia Sukses Transformasi AI di Perusahaan, Bukan Dimulai dari Teknologinya
-
Gagal Masuk SD Negeri? Ini Alasan Mengapa SDIT Bisa Jadi Pilihan Terbaik untuk Si Kecil
-
Xiaomi Siapkan Kejutan di IFA 2026, Investasi AI Rp151 Triliun Perkuat Ekspansi ke Eropa
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Ramalan Zodiak 9 Juli 2026: Karier dan Keuangan 5 Zodiak Ini Diprediksi Melejit!
-
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Bangun Rumah, Nomor 3 Bisa Bikin Biaya Renovasi Membengkak
-
Tidur Sambil Mendengarkan Suara Alam Bikin Lebih Bahagia, Kok Bisa? Ini 5 Alasannya
-
Letak TV yang Ideal di Rumah Menurut Feng Shui, Bikin Suasana Nyaman dan Bawa Hoki
-
Pakai Lotion Apa Biar Kulit Putih? Ini 3 Pilihan Murah yang Dipuji Efektif Bikin Cerah
-
Kulit Kepala Masih Gatal padahal Baru Keramas? Ini 7 Kemungkinan Penyebabnya
-
Tips Menjaga Kacamata Tetap Aman di Tengah Aktivitas Padat dan Mobilitas Tinggi
-
5 Pilihan Sepatu Nike Warna Hitam di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
Berapa Harga Eye Shadow Viva? Ini 4 Pilihan dari Termurah hingga Termahal
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik di Indonesia untuk Olahraga dan Gaya Hidup