- Impact Thinklab mengadakan AI Executive Forum dan Masterclass bagi 45 eksekutif untuk membahas strategi implementasi AI yang relevan.
- Peserta dari berbagai sektor industri mempelajari metode perancangan solusi AI guna menghasilkan dampak bisnis yang nyata dan terukur.
- Forum tersebut bertujuan menjembatani kesenjangan teknologi AI dengan kebutuhan strategis perusahaan melalui kolaborasi dan pendekatan desain human-centric.
Suara.com - Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini tidak lagi sekadar menjadi tren teknologi, tetapi telah berubah menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan untuk meningkatkan daya saing.
Namun, banyak organisasi masih menghadapi tantangan dalam menerjemahkan potensi AI menjadi solusi yang mampu memberikan dampak bisnis nyata, bukan hanya meningkatkan efisiensi operasional.
Menjawab tantangan tersebut, Impact Thinklab menggelar AI Executive Forum & AI Design Thinking Masterclass, belum lama ini, mempertemukan 45 eksekutif dan pengambil keputusan dari berbagai sektor industri untuk membahas strategi implementasi AI yang terukur, relevan, dan berorientasi pada hasil bisnis.
Peserta berasal dari beragam industri, mulai dari sektor perbankan dan jasa keuangan, teknologi informasi, energi dan pertambangan, FMCG, kesehatan, telekomunikasi, properti, perhotelan, hingga akademisi dari perguruan tinggi serta perwakilan asosiasi bisnis nasional.
Selama forum berlangsung, para pemimpin industri berdiskusi mengenai bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan tantangan operasional sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan baru.
Fokus pembahasan tidak hanya pada teknologi, tetapi juga pada strategi implementasi yang mampu menghasilkan business outcomes yang terukur.
Salah satu sesi yang menjadi sorotan adalah AI Design Thinking Masterclass, di mana peserta diajak mempraktikkan metode perancangan solusi berbasis AI menggunakan ZYDOO Methodology and Physical Card.
Melalui pendekatan visual dan gamifikasi, perangkat tersebut membantu peserta mengubah ide-ide adopsi AI yang masih bersifat konseptual menjadi inisiatif yang lebih konkret, terstruktur, dan siap diimplementasikan dalam organisasi masing-masing.
Dalam pemaparannya, Impact Thinklab menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi AI, tetapi juga pada kemampuan perusahaan memahami permasalahan bisnis, kebutuhan manusia, dan tujuan strategis organisasi melalui pendekatan human-centric design.
Baca Juga: Xiaomi Siapkan Kejutan di IFA 2026, Investasi AI Rp151 Triliun Perkuat Ekspansi ke Eropa
Melalui forum tersebut, para peserta juga bertukar pengalaman mengenai tantangan adopsi AI di berbagai sektor, mulai dari tata kelola data, perubahan budaya organisasi, hingga penyusunan strategi implementasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi bisnis.
Impact Thinklab menilai, kolaborasi lintas industri menjadi salah satu kunci mempercepat adopsi AI di Indonesia. Dengan mempertemukan para pemimpin bisnis, akademisi, dan komunitas profesional, perusahaan berharap lahir lebih banyak inovasi yang dapat diterapkan secara nyata di berbagai sektor.
Melalui keberhasilan penyelenggaraan AI Executive Forum & AI Design Thinking Masterclass, Impact Thinklab menegaskan komitmennya untuk terus menjembatani kesenjangan antara perkembangan teknologi AI dengan kebutuhan dunia usaha.
Langkah ini diharapkan dapat membantu perusahaan membangun ekosistem kolaboratif yang mendorong pembelajaran, adaptasi, serta transformasi digital yang berkelanjutan di era kecerdasan buatan.
Berita Terkait
-
GrabUnlimited Gandeng NPD, Member Kini Bisa Nikmati Pengalaman Eksklusif di Luar Diskon
-
ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031
-
Teknologi dan AI Dongkrak UMKM, DANA Beri Penghargaan 35 Pemenang SisBerdaya 2026
-
Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun
-
Digitalisasi Desa Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Teknologi Buka Peluang Usaha
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Wangi Manis Segar yang Nggak Eneg! 6 Parfum Berry Notes untuk Sehari-hari
-
Harga Emas Antam Makin Mahal, Modal Rp1 Juta Kini Tak Cukup Beli 0,5 Gram
-
Lagi-lagi Taksi Green SM Tertemper KRL, Kali Ini Ringsek di Stasiun Karet
-
Pesan Digital ala Gen Z: Kenapa Stiker Chat Selalu Hadir di Setiap Obrolan?
-
Walhi Sebut Karhutla di Papua Makin Masif, Banyak Titik Api Berada di Konsesi Food Estate
-
Perang di Gaza, Warga Palestina Gunakan Toilet Darurat Zaman Purba
-
Kabar Gembira! Dedi Mulyadi Ungkap Tanggal Kepulangan ABK Sukabumi yang Terlantar di Fiji
-
Rekening Botok Masih Diblokir, Donasi Logistik Banjiri Posko AMPB di DPR
-
Sukses dengan The Old Country, Mafia Enggan Disamakan GTA
-
Lahan Kosong 5.000 Meter Persegi di Tallasa City Makassar Terbakar, Damkarmat Pastikan Tak Meluas