- Atlet lari Agus Prayogo menekankan bahwa pemilihan sepatu lari yang tepat sangat penting guna meningkatkan performa dan mencegah cedera.
- Pelari disarankan memilih sepatu berdasarkan jenis latihan, ukuran kaki, bentuk telapak, teknologi pendukung, serta menyesuaikan dengan anggaran pribadi.
- Penggunaan sepatu yang sesuai anatomi kaki dan kebutuhan aktivitas membantu memberikan kenyamanan serta mendukung efisiensi langkah saat berlari.
Suara.com - Memilih sepatu lari bukan sekadar soal desain atau merek. Sepatu yang tepat dapat meningkatkan kenyamanan, membantu performa, sekaligus mengurangi risiko cedera saat berlari.
Hal tersebut juga ditekankan oleh Agus Prayogo, salah satu atlet lari jarak jauh terbaik Indonesia. Agus telah memperkuat tim nasional Indonesia selama lebih dari satu dekade pada nomor 5.000 meter, 10.000 meter, hingga maraton.
Sepanjang kariernya, Agus mengoleksi berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Ia merupakan pemegang banyak gelar juara nasional untuk nomor lari jarak jauh dan beberapa kali menyumbangkan medali emas pada ajang SEA Games, termasuk di nomor 10.000 meter dan maraton. Ia juga mewakili Indonesia pada berbagai kompetisi bergengsi seperti Asian Games dan berbagai kejuaraan atletik internasional.
Menurut Agus Prayogo, pelari perlu memahami kebutuhan masing-masing sebelum membeli sepatu lari, mulai dari jenis latihan hingga bentuk kaki.
Pendekatan ini sejalan dengan rekomendasi American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) dan American College of Sports Medicine (ACSM) yang menyebut bahwa sepatu lari sebaiknya disesuaikan dengan anatomi kaki, jenis aktivitas, dan kenyamanan pengguna, bukan hanya tren atau tampilan.
Cara Memilih Sepatu Lari Menurut Agus Prayogo
Berikut beberapa tips memilih sepatu lari yang dibagikan Agus Prayogo.
1. Pilih Sepatu Sesuai Jenis Latihan
Menurut Agus, satu sepatu belum tentu cocok untuk semua kebutuhan latihan. Idealnya, pelari memilih sepatu berdasarkan tujuan penggunaannya.
Beberapa kategori sepatu lari meliputi:
Easy run: untuk latihan santai atau pemulihan.
Tempo run: untuk latihan kecepatan menengah.
Interval: dirancang untuk latihan dengan intensitas tinggi.
Long run: memberikan bantalan lebih nyaman untuk jarak jauh.
Race: bobot lebih ringan dan dirancang untuk kompetisi.
Baca Juga: Apa Saja Fitur Penting yang Harus Ada di Sepatu Lari? Ini 7 yang Perlu Diperhatikan
Dengan memilih sepatu yang spesifik, karakteristik bantalan, bobot, dan responsivitas sepatu akan lebih sesuai dengan jenis latihan yang dilakukan.
2. Sisakan Ruang Sekitar 1 Cm di Bagian Depan Kaki
Ukuran sepatu menjadi faktor penting yang sering diabaikan. Agus menyarankan agar terdapat jarak sekitar 1 sentimeter antara ujung jari kaki dan ujung sepatu.
Ruang tersebut diperlukan karena kaki akan sedikit membesar saat berlari dalam waktu lama. Jika sepatu terlalu sempit, jari kaki berisiko terbentur bagian depan sepatu sehingga dapat menyebabkan lecet, kuku menghitam, atau rasa tidak nyaman.
3. Sesuaikan dengan Bentuk Kaki
Setiap orang memiliki bentuk kaki yang berbeda. Ada yang memiliki telapak kaki datar (flat feet), lengkungan normal (neutral arch), maupun lengkungan tinggi (high arch).
Karena itu, Agus mengingatkan agar pelari tidak sekadar mengikuti rekomendasi orang lain. Sepatu yang nyaman dipakai teman belum tentu cocok untuk kaki sendiri.
Jika memungkinkan, lakukan analisis bentuk kaki atau foot assessment di toko olahraga yang menyediakan layanan tersebut sehingga dapat mengetahui tipe sepatu yang paling sesuai.
Berita Terkait
-
Apa Saja Fitur Penting yang Harus Ada di Sepatu Lari? Ini 7 yang Perlu Diperhatikan
-
4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
-
5 Jenis Sepatu Lari dan Fungsinya Sesuai Kebutuhan, Jangan Salah Pilih!
-
4 Sepatu Lari Lokal dengan Bantalan Empuk Sesuai Review Pembeli
-
Di Mana Saya Bisa Membeli Sepatu Lari dengan Harga Terjangkau?
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
5 Cara Sederhana Redakan Stres Kerja agar Tidak Burnout, Mudah Dilakukan!
-
Belum Punya Riwayat Kredit? Kini Peluang Dapat Pembiayaan Bisa Lebih Besar Berkat Data Digital
-
Limbah Jahe Selama Ini Banyak Terbuang, Bagaimana Peneliti BRINDiubah Menjadi Sumber Energi Bersih?
-
6 Tips Feng Shui untuk Menjual Rumah, Cepat Laku dengan Harga Tinggi
-
Awas Tertipu, Begini Cara Membedakan Sunscreen Facetology Asli dan Palsu
-
Bukan Cuma Estetik, Begini Cara Memilih Lantai Rumah yang Awet, Aman, dan Minim Perawatan
-
Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
-
Pompa Air Nyala tapi Air Gak Keluar? Coba 6 Solusi Ini, Jangan Buru-Buru Panggil Teknisi
-
Panduan Memilih Sabun Cuci Muka Emina Sesuai Masalah Kulit: Mana yang Cocok Buatmu?
-
3 Sunscreen Anessa Paling Laris di Shopee, Favorit karena Ringan dan SPF 50