- SiCepat meluncurkan layanan B2B SiCepat Logistik di Puninar, Jakarta, pada Senin, 28 Juli 2026.
- Layanan baru ini mengintegrasikan distribusi produk dari produsen hingga pelanggan menggunakan satu sistem terpusat.
- Perusahaan menyediakan beragam solusi transportasi, pergudangan, dan pengiriman antar-pulau untuk mendukung kebutuhan bisnis.
Tahap tersebut mencakup perjalanan produk dari manufacturer atau produsen, principal dan brand, distributor, retailer, hingga pelaku usaha kecil dan menengah menuju pergudangan atau titik distribusi berikutnya.
Sementara itu, SiCepat Ekspres melanjutkan proses last mile, yaitu tahap pengiriman terakhir hingga barang sampai ke tangan pelanggan.
Distribusi tersebut dapat menjangkau berbagai kanal, mulai dari e-commerce, social commerce, website toko, hingga toko fisik serta jaringan drop point dan agen.
Dengan pembagian peran tersebut, proses distribusi dapat dikelola secara lebih menyeluruh, mulai dari bahan baku, proses pergudangan, hingga produk masuk ke kanal penjualan online maupun offline.
Bagi konsumen, sistem yang bekerja di balik layar ini dapat mendukung pengalaman belanja yang lebih lancar. Sementara bagi bisnis, integrasi layanan diharapkan dapat membantu pengelolaan distribusi menjadi lebih terstruktur dan mudah dipantau.
Layanan untuk Berbagai Kebutuhan Distribusi
SiCepat Logistik menghadirkan sejumlah layanan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan distribusi bisnis.
Layanan tersebut mencakup Full Truckload (FTL) untuk pengiriman menggunakan satu truk penuh serta Less Than Truckload (LTL) untuk kebutuhan pengiriman dengan kapasitas yang lebih kecil.
Selain itu, tersedia layanan pergudangan atau warehousing, pengiriman barang berukuran besar melalui layanan heavy cargo, serta custom logistics yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan.
Baca Juga: Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
SiCepat Logistik juga menyediakan layanan freight forwarding melalui jalur udara dan laut, termasuk layanan ekspor-impor serta pengurusan kepabeanan atau customs clearance.
Berbagai layanan tersebut ditujukan untuk membantu perusahaan, manufaktur, brand, distributor, retailer, hingga pelaku usaha dalam mengelola perjalanan produk dari satu titik ke titik lainnya.
Menjawab Kebutuhan Distribusi Antar-Pulau
Selain distribusi melalui jalur darat dan udara, kebutuhan pengiriman antar-pulau juga menjadi bagian penting dalam rantai pasok di Indonesia.
Sebagai negara kepulauan, proses distribusi antardaerah memiliki tantangan tersendiri. Jarak yang jauh, pilihan jalur pengiriman, biaya, serta kepastian jadwal menjadi sejumlah pertimbangan bagi pelaku usaha.
Untuk kebutuhan tersebut, SiCepat menghadirkan SiCepat Fast Lane, solusi distribusi melalui jalur laut yang dirancang untuk menawarkan waktu tempuh lebih cepat dibandingkan layanan laut pada umumnya.
Layanan ini juga menawarkan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman melalui jalur udara serta jadwal keberangkatan yang konsisten dan dapat diprediksi.
Keberadaan layanan tersebut diharapkan dapat membantu distribusi produk antarpulau, terutama bagi bisnis yang membutuhkan keseimbangan antara kecepatan pengiriman dan efisiensi biaya.
Di Balik Kemudahan Belanja, Ada Rantai Distribusi yang Panjang
Perkembangan e-commerce dan social commerce telah mengubah cara masyarakat menemukan serta membeli produk. Konsumen kini dapat berbelanja dari berbagai brand dan pelaku usaha tanpa harus datang langsung ke toko.
Di sisi lain, perubahan kebiasaan tersebut juga membuat kebutuhan distribusi menjadi semakin beragam.
Produk tidak hanya perlu tersedia di toko fisik, tetapi juga harus dapat menjangkau gudang e-commerce, kanal penjualan digital, hingga berbagai wilayah tempat pelanggan berada.
Karena itu, logistik tidak lagi sekadar berbicara tentang mengirim paket dari satu alamat ke alamat lain. Proses tersebut juga mencakup pengelolaan barang, pergudangan, perpindahan produk dalam jumlah besar, distribusi antardaerah, hingga pengiriman terakhir kepada pelanggan.
Kehadiran sistem yang terintegrasi menjadi salah satu upaya untuk menghubungkan seluruh proses tersebut.
Bagi masyarakat, proses logistik mungkin baru terlihat ketika kurir tiba di depan rumah atau notifikasi pengiriman muncul di ponsel. Namun, sebelum sampai pada tahap tersebut, sebuah produk telah melewati perjalanan panjang dari tempat produksi, gudang, dan berbagai titik distribusi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas