5. Meze dan Hidangan Laut di Meyhane
Saat sore berganti malam, pengalaman kuliner bisa dilanjutkan di meyhane tepi laut. Tempat makan tradisional ini menghadirkan suasana santai dengan meja-meja panjang untuk menikmati makanan bersama.
Beragam meze musiman biasanya disajikan sebagai pembuka, termasuk haydari berbahan yoghurt. Setelah itu, wisatawan dapat menikmati ikan bakar dan aneka hidangan laut segar.
Di kawasan pesisir Aegea dan Mediterania, pengalaman bersantap seperti ini menjadi salah satu cara menikmati malam musim panas sambil merasakan suasana lokal.
6. Komposto, Serbat, dan Limun Rumahan
Tidak lengkap rasanya menikmati hidangan musim panas tanpa minuman yang menyegarkan. Türkiye memiliki sejumlah minuman tradisional rumahan seperti komposto, serbat, dan limun.
Minuman tersebut melengkapi sajian musim panas yang didominasi sayuran segar, salad, dan hidangan berbahan minyak zaitun.
7. Es Krim Mara, Penutup yang Bisa Dimakan dengan Pisau dan Garpu
Untuk pencinta makanan manis, es krim Mara menjadi salah satu kuliner yang menarik dicoba. Berasal dari Kahramanmara, es krim ini dibuat menggunakan susu kambing dan bahan dari umbi anggrek liar.
Berbeda dari es krim biasa, teksturnya sangat padat dan tidak mudah meleleh. Karena itu, es krim Mara bahkan dapat disajikan dalam bentuk irisan dan disantap menggunakan pisau serta garpu.
Menikmatinya bersama baklava menjadi penutup manis untuk perjalanan kuliner musim panas di Türkiye.
Pada akhirnya, perjalanan ke Türkiye tidak harus berhenti pada pantai, bangunan bersejarah, atau pemandangan alam. Menyusuri pasar, duduk di rumah makan lokal, menikmati hidangan laut di tepi laut, hingga mencicipi makanan penutup tradisional dapat menjadi cara lain untuk memahami karakter sebuah destinasi.
Musim panas pun terasa lebih lengkap ketika perjalanan tidak hanya membawa pulang foto, tetapi juga pengalaman rasa dari meja makan Türkiye.
Berita Terkait
-
Gaya Hidup Premium Meningkat, Transaksi Kartu Kredit Buat Kuliner dan Traveling Tumbuh 10 Persen
-
Pesta Rasa Nusantara: Jelajah Kuliner Indonesia dari Bali hingga Cirebon
-
Dua Alumni MasterChef Indonesia Menyusuri Cerita di Balik Kuliner Daerah
-
Namanya Bikin Salah Fokus, Ini 5 Fakta Menarik Mi Pentil Khas Bantul
-
Bosan Dimsum Mentai? Ini 5 Kuliner Nusantara di Nganjuk yang Patut Dicoba
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Palabuhanratu, Cara Unik Penyelam Rayakan Kemerdekaan
-
PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
-
Inspirasi French Chic, Gaya Paris yang Elegan dan Modern
-
LRT Sumsel Cuma Rp1.000 saat HUT RI, Cek Jadwal Tambahan Perjalanannya
-
7 Warna Cat Kamar Mandi Terbaik Menurut Feng Shui, Dipercaya Bawa Energi Positif
-
Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!
-
Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian
-
Momen Haru Presiden Prabowo Berkaca-kaca Saat Lagu 'Bagimu Negeri' Menggema di Istana Merdeka
-
195 Warga Binaan di Jakarta Langsung Bebas Berkat Remisi HUT ke-81 RI
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Sungai Cicatih Sukabumi, Diduga Hilang dari Desa Cisarua