-
Pembelajaran coding dan robotik hadir di Sekolah Global Cahaya Bangsa.
-
Program intrakurikuler ini diikuti 71 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
-
Siswa belajar computational thinking, coding, robotik, hingga kecerdasan buatan (AI).
Suara.com - Global Cahaya Bangsa dan Neon Bit Kolaborasi Hadirkan Pembelajaran Coding hingga Robotik
Global Cahaya Bangsa memperkuat pendidikan berbasis teknologi dengan menggandeng Neon Bit, program pembelajaran coding dan AI yang dikembangkan PT Vortex Buana Edumedia.
Kerja sama ini diterapkan sepanjang Tahun Ajaran 2026/2027 dengan pola pembelajaran teknologi yang disusun berjenjang dari tingkat SD hingga SMA.
Melalui program tersebut, siswa SD mendapatkan materi coding dan computational thinking, sedangkan siswa SMP dan SMA diarahkan untuk mempelajari robotik.
Pembelajaran teknologi tersebut menjadi bagian dari program intrakurikuler sehingga siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal dan mempraktikkan teknologi secara lebih terstruktur di lingkungan sekolah.
Sebanyak 71 siswa dalam lima kelas mengikuti program ini. Dari jumlah tersebut, 24 siswa SD tergabung dalam Kelas Logic dan Kelas Pixel. Sementara itu, 47 siswa SMP dan SMA mengikuti Kelas 7 Helix, Kelas 7 Cyber, serta Kelas 10 Nova.
Program berlangsung selama dua semester dengan dukungan materi pembelajaran, perangkat praktik, pendampingan mentor, hingga evaluasi perkembangan siswa.
Pola tersebut dirancang agar proses belajar tidak berhenti pada pengenalan teori, tetapi juga mendorong siswa mengembangkan kemampuan melalui praktik dan proyek teknologi.
Kepala SMP & SMA Global Cahaya Bangsa, Nur Wijayanto, mengatakan penguatan kompetensi teknologi menjadi bagian dari upaya sekolah beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pendidikan.
Baca Juga: Museum Nasional Jadi Playground Kreator, AI dan Teknologi Buka Jalan Cuan dari Karya Digital
Menurutnya, kemampuan di bidang AI, coding, dan STEAM semakin relevan untuk diperkenalkan kepada siswa sejak dini.
“Dunia pendidikan perlu terus beradaptasi, khususnya dalam pembelajaran coding dan artificial intelligence. Kami melihat kompetensi tersebut menjadi kebutuhan yang semakin penting bagi siswa. Karena itu, kolaborasi dengan Neon Bit menjadi salah satu upaya kami untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengenal, memahami, dan mengembangkan keterampilan coding serta AI sejak dini,” ujar Nur.
Ia menjelaskan, Neon Bit dipilih sebagai mitra karena memiliki fokus pembelajaran yang dinilai sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Global Cahaya Bangsa sebelumnya mengenal program tersebut melalui sebuah expo di Yogyakarta. Dari pertemuan itu, sekolah melihat adanya kesesuaian dalam pengembangan pembelajaran coding dan teknologi.
Kerja sama yang berlangsung selama satu tahun ajaran ini diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi siswa. Selain memahami teknologi, siswa diharapkan mampu menggunakannya untuk menyelesaikan persoalan serta mendukung kebutuhan mereka di masa depan.
“Kami berharap setelah lulus dari Global Cahaya Bangsa, siswa tidak hanya memahami pentingnya AI dan mampu melakukan coding, tetapi juga dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan tersebut dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk menghadapi kebutuhan mereka di masa depan,” kata Nur.
Berita Terkait
-
Teknologi Mengubah Cara Belajar, Guru Kini Jadi Inovator di Era Digital
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Perdagangan Indonesia - Taiwan Tembus 3,1 Miliar Dolar AS, Taiwan Kini Bidik Investasi Teknologi
-
Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital
-
Jangan Bolak-balik Servis, Ini 5 Tanda Sudah Waktunya Kamu Ganti Laptop Baru
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Voting Jadi Penentu Ketua Umum PBNU
-
DPR Ungkap 13 Tindak Pidana yang Bisa Dikenai RUU Perampasan Aset
-
Jakmania Boikot Launching Persija Jakarta, Bung Ferry Sampaikan Peringatkan
-
Diwarnai Aksi Boikot Jakmania, Persija Kenalkan 29 Pemain dan Jersey Baru Merah Menyala
-
Rilis Skuad dan Jersey Musim 2026/2027, Bhayangkara Presisi Lampung FC Bidik Tiga Besar Super League
-
Ini 5 HP Bekas Murah 2-4 Jutaan dengan Skor AnTuTu 11 Tembus Sejuta, Main Game Berat Lancar!
-
SE Menkomdigi soal Perlindungan Kuota Internet Sudah Tepat, Tak Perlu Tergesa Revisi Aturan
-
RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang
-
5 Rekomendasi Bedak Touch-Up Praktis dengan Kaca dan Spons untuk Aktivitas Seharian
-
4 Shio Paling Beruntung 30 Agustus 2026: Siap-Siap Panen Rezeki di Akhir Bulan