Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:24 WIB
Pembelajaran coding dan robotik Global Cahaya Bangsa. [HO/Neon Bit]
Baca 10 detik
  • Pembelajaran coding dan robotik hadir di Sekolah Global Cahaya Bangsa.

  • Program intrakurikuler ini diikuti 71 siswa dari jenjang SD hingga SMA.

  • Siswa belajar computational thinking, coding, robotik, hingga kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu, Kepala SD Global Cahaya Bangsa, Erna Widyastuti, S.Si., M.Pd. Gr, berharap kemampuan yang diperoleh siswa melalui pembelajaran teknologi dapat terus dikembangkan di luar kelas. Salah satu langkah yang didorong sekolah adalah keikutsertaan siswa dalam berbagai perlombaan coding dan robotik.

Menurutnya, kompetisi dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan karya, memperoleh pengalaman baru, sekaligus menguji kemampuan yang telah dipelajari.

Di sisi lain, COO PT Vortex Buana Edumedia sekaligus perwakilan Neon Bit, Ahmad Syihabuddin Zankie, mengatakan pembelajaran teknologi perlu dibangun secara bertahap agar siswa tidak sekadar mengenal coding dan AI sebagai konsep.

“Sekolah yang mulai membangun fondasinya hari ini akan lebih siap membantu siswa beradaptasi dengan perubahan teknologi sekaligus memanfaatkannya secara produktif,” ujar Zankie. 

Ia menambahkan, kolaborasi Neon Bit dan Global Cahaya Bangsa menempatkan pembelajaran teknologi sebagai bagian dari program intrakurikuler yang dirancang berjenjang dari SD hingga SMA. Siswa tidak hanya diajak memahami konsep, tetapi juga berpikir, bereksperimen, dan menciptakan solusi melalui teknologi.

Secara keseluruhan, kemitraan tersebut mengembangkan pembelajaran teknologi mulai dari penguatan computational thinking di jenjang SD hingga penerapan coding, robotik, dan proyek teknologi di tingkat SMP dan SMA.

Sekolah maupun institusi pendidikan yang tertarik mengenal lebih jauh program Coding dan Robotik Neon Bit dapat mengakses bit.neon.id serta mengikuti informasi terbaru melalui Instagram @neonbit.id.

Load More