-
Pembelajaran coding dan robotik hadir di Sekolah Global Cahaya Bangsa.
-
Program intrakurikuler ini diikuti 71 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
-
Siswa belajar computational thinking, coding, robotik, hingga kecerdasan buatan (AI).
Sementara itu, Kepala SD Global Cahaya Bangsa, Erna Widyastuti, S.Si., M.Pd. Gr, berharap kemampuan yang diperoleh siswa melalui pembelajaran teknologi dapat terus dikembangkan di luar kelas. Salah satu langkah yang didorong sekolah adalah keikutsertaan siswa dalam berbagai perlombaan coding dan robotik.
Menurutnya, kompetisi dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan karya, memperoleh pengalaman baru, sekaligus menguji kemampuan yang telah dipelajari.
Di sisi lain, COO PT Vortex Buana Edumedia sekaligus perwakilan Neon Bit, Ahmad Syihabuddin Zankie, mengatakan pembelajaran teknologi perlu dibangun secara bertahap agar siswa tidak sekadar mengenal coding dan AI sebagai konsep.
“Sekolah yang mulai membangun fondasinya hari ini akan lebih siap membantu siswa beradaptasi dengan perubahan teknologi sekaligus memanfaatkannya secara produktif,” ujar Zankie.
Ia menambahkan, kolaborasi Neon Bit dan Global Cahaya Bangsa menempatkan pembelajaran teknologi sebagai bagian dari program intrakurikuler yang dirancang berjenjang dari SD hingga SMA. Siswa tidak hanya diajak memahami konsep, tetapi juga berpikir, bereksperimen, dan menciptakan solusi melalui teknologi.
Secara keseluruhan, kemitraan tersebut mengembangkan pembelajaran teknologi mulai dari penguatan computational thinking di jenjang SD hingga penerapan coding, robotik, dan proyek teknologi di tingkat SMP dan SMA.
Sekolah maupun institusi pendidikan yang tertarik mengenal lebih jauh program Coding dan Robotik Neon Bit dapat mengakses bit.neon.id serta mengikuti informasi terbaru melalui Instagram @neonbit.id.
Berita Terkait
-
Teknologi Mengubah Cara Belajar, Guru Kini Jadi Inovator di Era Digital
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Perdagangan Indonesia - Taiwan Tembus 3,1 Miliar Dolar AS, Taiwan Kini Bidik Investasi Teknologi
-
Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital
-
Jangan Bolak-balik Servis, Ini 5 Tanda Sudah Waktunya Kamu Ganti Laptop Baru
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
9 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Fungal Acne Safe yang Tidak Memicu Bruntusan
-
Siswa SD hingga SMA Belajar Coding dan Robotik, Pembelajaran Teknologi Makin Diperkuat
-
5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
-
Muktamar NU 'Haramkan' Ketum & Rais Aam Rangkap Jabatan Politik: Drama Alot yang Berakhir Manis
-
Grib Jaya Akui Hercules Hadir di Titik Ricuh Demo 27 Agustus: Pantau dan Jaga Kondusivitas
-
Rutin Tiap Tahun, Thailand Kirim Film 9 Temples to Heaven ke Oscar 2027
-
Belum Dijual, tapi Tak Dipakai, Shin Tae-yong Bikin Status Van Basty Souza di Persija Tidak Jelas
-
Sisa 2 Bulan Bahas RUU Ketenagakerjaan, Buruh Ancam Tolak Jika Hasilnya Mengecewakan!
-
Ada Duka di Bawah Telapak Kaki Ibu: Mengurai Bahasa Cinta yang Berbeda, Segera Difilmkan
-
Bukan Cuma Tampang, Ini Fitur Rahasia Suzuki XL7 yang Bikin Pemesanan Tembus 1.300 Unit