-
Kebiasaan over cleansing dapat merusak pelindung alami atau skin barrier.
-
Ciri over cleansing meliputi kulit terasa kencang, kemerahan, dan gatal.
-
Wajah justru makin berminyak dan berjerawat akibat dampak over cleansing.
Suara.com - Cuci muka pakai facial wash bisa membantu membersihkan wajah dari debu, kotoran dan minyak yang menumpuk seharian agar terlihat lebih glowing.
Umumnya, orang cuci muka pakai facial wash 2 kali sehari ketika mandi pagi dan sore.
Namun, tak jarang orang yang cuci muka sampai 3-4 kali sehari hingga wajahnya terasa kesat.
Sayangnya, kondisi ini dikenal sebagai over-cleansing yang menyebabkan pelindung alami kulit alias skin barrier rusak akibat terlalu sering dicuci atau pakai sabun yang terlalu keras.
Akibatnya, kelembapan alami kulit tersapu bersih dan bikin wajah protes. Supaya tak salah kaprah, kenali 7 ciri-ciri kulit wajah yang sudah mengalami over-cleansing berikut ini.
1. Kulit Terasa Kencang dan Tertarik
Jika Anda pernah merasa kulit terasa kencang dan ketarik setelah cuci muka, itu bukan pertanda kulit bersih melainkan tanda minyak alami pelindung kulit sudah hilang tak bersisa.
Jika dibiarkan, kulit jadi gampang dehidrasi dan iritasi.
2. Wajah Mendadak Kemerahan
Jika Anda melihat ada kemerahan di sekitar hidung, pipi, atau area mulut setelah cuci muka, ini bisa jadi reaksi protes akibat lapisan pelindungnya terkikis habis oleh sabun yang terlalu keras atau frekuensi cuci muka yang berlebihan.
3. Rasa Gatal dan Nggak Nyaman
Kulit yang kehilangan minyak alaminya bakal jadi jauh lebih sensitif.
Tak heran kalau Anda bakal sering merasakan sensasi gatal, risih, atau tidak nyaman di wajah akibat paparan lingkungan luar maupun gesekan kecil.
4. Kulit Kering, Bersisik, hingga Mengelupas
Karena kelembapan alaminya ludes, permukaan kulit bisa berubah jadi sangat kering, kasar, bersisik, bahkan mengalami pengelupasan.