- Koleksi UNIQLO and JW ANDERSON Fall/Winter 2026 bertema “Stage Notes” menghadirkan interpretasi gaya klasik British.
- Peluncuran koleksi tersebut melibatkan figur publik seperti Angga Yunanda dan Clara Bernadeth untuk memperagakan busana.
- Produk busana bernuansa teater Inggris dan academia itu telah tersedia di beberapa toko dan situs resmi UNIQLO.
Suara.com - Gaya berpakaian khas Inggris atau British style punya ciri yang mudah dikenali. Motif kotak-kotak, sweater rajut, kemeja klasik, hingga padu padan berlapis menjadi elemen yang kerap hadir dalam gaya ini. Terinspirasi dari dunia academia dan kehidupan kampus Inggris, British style menawarkan tampilan klasik yang tetap bisa terasa modern dan santai.
Gaya tersebut juga tidak harus diterapkan secara formal atau kaku. Dengan permainan warna, pilihan potongan pakaian, dan kombinasi item yang tepat, nuansa British bisa dihadirkan dalam busana sehari-hari, mulai dari tampilan untuk bekerja hingga aktivitas akhir pekan.
Salah satu pendekatan yang bisa dicoba adalah memadukan warna dan motif yang menjadi ciri khas gaya preppy. Misalnya, rompi rajut bermotif argyle dengan rok lipit. Motif klasik tersebut dapat terasa lebih segar ketika dipertemukan dengan warna yang tidak biasa, seperti pink dan cokelat tua.
Permainan warna kontras juga bisa diterapkan melalui aksesori atau satu item tambahan. Gaun kemeja berwarna cokelat, misalnya, dapat dipadukan dengan sweater merah yang disampirkan di bahu. Sentuhan warna cerah membuat tampilan bernuansa klasik terasa lebih ekspresif tanpa harus menambahkan terlalu banyak elemen.
Motif kotak-kotak sebagai aksen utama
Motif kotak-kotak atau plaid merupakan salah satu elemen yang lekat dengan gaya berpakaian Inggris. Motif ini bisa hadir melalui kemeja flannel, jaket, maupun sweater bermotif Fair Isle.
Agar tidak terkesan terlalu ramai, motif tersebut dapat dijadikan fokus utama dan dipadukan dengan item berwarna netral. Sweater Fair Isle, misalnya, bisa dikenakan bersama jeans biru berpotongan lurus. Tambahan kemeja putih sebagai lapisan dalam juga dapat memberikan dimensi pada tampilan.
Pilihan ini memperlihatkan bahwa gaya British tidak selalu identik dengan busana formal. Perpaduan sweater bermotif dan denim justru bisa menghasilkan tampilan kasual yang tetap memiliki karakter.
Layering untuk tampilan lebih berkarakter
Teknik layering atau mengenakan beberapa lapis pakaian menjadi cara lain untuk menghadirkan nuansa British academia. Kombinasi kemeja dan cardigan merupakan salah satu pilihan yang mudah diterapkan.
Cardigan rajut berwarna natural dapat dipadukan dengan kemeja pink dan celana chino cokelat. Biarkan bagian kerah dan ujung lengan kemeja terlihat untuk menciptakan aksen berlapis yang sederhana. Perpaduan warna lembut juga membuat tampilan terlihat rapi tanpa kehilangan kesan santai.
Selain cardigan, kemeja flannel dapat dimanfaatkan sebagai luaran. Padukan dengan sweater polos dan jeans untuk menghasilkan tampilan kasual. Motif kotak-kotak pada flannel memberikan aksen visual, sementara sweater dan denim menjaga keseluruhan padu padan tetap seimbang.
Outerwear untuk sentuhan British yang lebih modern
Jaket juga bisa menjadi elemen penting untuk membangun tampilan bernuansa British. Jaket bermotif kotak-kotak, misalnya, dapat dipadukan dengan kemeja putih dan jeans. Kombinasi ini menghadirkan kesan preppy yang tidak terlalu formal.
Pilihan lainnya adalah jaket berwarna wine yang dipadukan dengan kemeja putih dan celana hitam. Warna yang lebih kuat pada outerwear dapat menjadi aksen di antara busana bernuansa monokrom.