Tak Semua Sampah Plastik Berakhir di Laut, Peneliti Ungkap Fakta Terbaru Ini

Kamis, 05 November 2026 | 19:50 WIB
Sungai yang dipenuhi sampah-sampah plastik.(dok.Pexels/Collab Media)

Suara.com - Mungkin selama ini sungai sering dianggap sebagai jalur utama sampah plastik menuju laut. Namun, berdasarkan penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa sebagian besar plastik tertahan di daratan dan sistem sungai.

Temuan ini memperlihatkan pencemaran plastik ini tidak selalu otomatis berakhir di lautan. Penelitian tersebut dilakukan oleh Wageningen University & Research (WUR) bersama mitra internasional mencakup lebih dari 8.600 daerah aliran sungai (DAS) di Eropa.

Hasilnya menyajikan hanya sebagian kecil plastik yang masuk ke lingkungan hingga akhirny mencapai muara sungai.

Melansir laman Phys, Selasa (3/11), penelitian tersebut memproyeksikan ada 3,55 juta ton plastik yang masuk ke lingkungan Eropa pada 2015. Dari jumlah tersebut, dijumpai lebih dari 93 persen tertahan di daratan dan tidak pernah memasuki kawasan sungai.

Timbunan sampah plastik yang mengambang di laut. (dok.Pexels/Rui Stenio)

Sementara itu, sekitar enam persen plastik tertahan di dalam sistem sungai, bantaran, maupun sedimen. Adapun ditemukan haya 0,6 persen atau kurang lebih 20.000 ton yang berhasil mencapai muara sungai.

Angka tersebut membuktikan bahwa sungai bukan sekadar jalur pengangkut sampah menuju laut. Ekosistem perairan ini juga menjadi wadah penumpukan plastik yang selama ini belum sepenuhnya diperhitungkan.

Plastik Terjebak di Bantaran hingga Sedimen Sungai

Dalam penelitian tersebut disampaikan oleh para peneliti, mereka mengembangkan model untuk memperkirakan persebaran sampah plastik di lingkungan. Model ini tidak hanya berfokus pada penghitungan jumlah plastk yang mencapai muara sungai.

Mereka bahkan turut memperhitungkan plastik yang tertahan di daratan maupun sepanjang sistem sungai. Adapun tim peneliti ikut membedakan pencemaran berdasarkan kategori, seperti ukuran plastik, yakni mikroplastik dan potongan plastik berukuran lebih besar.

Plastik bisa saja terjebak di berbagai bagian ekosistem sungai. Beberapa di antaranya adalah bantaran sungai, vegetasi, hingga area di belakang bendungan.

Kondisi inilah yang membuat sebagian plastik tidak pernah bisa menyusup ke kawasan lautan. Bahkan sejumlah sampah plastik sudah tertahan di daratan sebelum berhasil memasuki aliran sungai.

Peneliti utama, Miranda Stibora memaparkan bahwa sungai memiliki peran yang lebih kompleks dalam permasalahan pencemaran plastik.

Menurutnya, fokus terhadap pencemaran plastik perlu diperluas. Upaya penanganan tidak cukup hanya memusatkan perhatian pada plastik yang terbawa menuju laut.

Sungai Kecil Turut Berkontribusi terhadap Pencemaran Plastik

Penelitian itu bahkan turut menjumpai pencemaran plastik ini tidak hanya terfokuskan pada sungai-sungai besar. Sungai kecil, terutama yang berada di dekat kawasan pesisir, turut menyimpan sejumlah plastik yang relatif besar.

Dari 8.671 sistem sungai yang dikaji, sbanyal 141 sistem sungai menyumbang 80 persen total pencemaran mikroplastik. Sementara itu, 239 sistem sungai menyumbang 80 persen pencemaran berada di dekat muara sungai.

Hal tersebut memperlihatkan betapa pentingnya untuk memperhatikan sungai-sungai kecil dalam pemantau pencemaran plastik. Sebab, selama ini penanganan sering kali lebih berfokus pada sungai besar yang dianggap punya kontribusi lebih dominan.

Dengan model penelitian tersebut diharapkan dapat membantu dalam mengidentifikasi lokasi yang memerlukan upaya pencegahan maupun pembersihan pencemaran plastik.

Meskipun begitu, para peneliti menekankan bahwa perhitungan tersebut masih menggunakan data tahun 2015. Modelnya pun belum memperhitungkan akumulasi plastik selama beberapa tahun serta pengaruh banjir dan pergerakan pasang surut.

Setidaknya dengan penelitian ini mampu memberikan gambaran mengenai permasalahan sampah plastik ini tidak hanya berkaitan dengan pencemaran laut. Daratan dan sungai turut berkontribusi dalam pencemaran plastik sehingga sama pentingnya untuk diikutsertakan dalam penanganan masalah tersebut.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com