Bikin Pengunjung Betah dan Ingin Kembali? Ini yang Perlu Dibenahi Tempat Wisata

Minggu, 08 November 2026 | 16:22 WIB
Ilustrasi tempat wisata yang indah. [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia menggelar Musyawarah Nasional di Yogyakarta pada enam November dua ribu dua puluh enam.
  • Ketua Umum PUTRI Hans Manansang menyatakan pengelola wisata wajib meningkatkan inovasi pelayanan dan teknologi demi menarik pengunjung.
  • Agenda munas turut membahas pembaruan anggaran dasar serta pemilihan ketua umum baru periode dua ribu dua puluh enam hingga dua ribu tiga puluh satu.

Suara.com - Berwisata kini bukan lagi sekadar datang ke suatu tempat, menikmati wahana, lalu pulang. Pengunjung semakin mencari pengalaman yang menyenangkan, nyaman, aman, bahkan bisa memberikan manfaat bagi kesehatan dan kebugaran.

Perubahan kebiasaan wisatawan ini membuat pengelola destinasi perlu menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar atraksi.

Persaingan industri pariwisata pun semakin mendorong pengelola tempat rekreasi untuk berinovasi. Mulai dari meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat hospitality, hingga memanfaatkan teknologi agar pengalaman pengunjung semakin menarik.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Musyawarah Nasional (Munas) Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) 2026 yang berlangsung di Yogyakarta pada 6 November 2026.

Mengangkat tema “Sinergi Wellness dan Pariwisata untuk Kebangkitan Ekonomi Nasional”, pertemuan ini juga menjadi ajang bagi para pelaku industri untuk membahas masa depan wisata rekreasi di Indonesia.

Bikin Pengunjung Betah dan Ingin Kembali, Ini yang Perlu Dibenahi Tempat Wisata. [Istimewa]

Ketua Umum DPP PUTRI, Hans Manansang, mengatakan tempat wisata memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi.

Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan pengelola dalam membaca kebutuhan pengunjung yang terus berkembang.

“Tempat atraksi harus mampu menjadi pionir dalam hospitality dan bisnis pariwisata. Kita tidak bisa hanya mengandalkan daya tarik yang sudah ada, tetapi harus terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menciptakan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Hans Manansang dalam pernyataannya.

Menurut Hans, pengelola destinasi juga perlu mulai mengubah cara pandang dalam mengembangkan bisnis. Jumlah kunjungan memang penting, tetapi pengalaman yang dirasakan wisatawan selama berada di destinasi juga tidak kalah menentukan.

Karena itu, kualitas sumber daya manusia, standar keselamatan, pelayanan, serta digitalisasi menjadi sejumlah hal yang perlu diperkuat.

Pengembangan produk wisata juga harus mengikuti kebutuhan masyarakat agar destinasi tetap relevan dan memiliki daya tarik.

Di sisi lain, munas kali ini sekaligus membahas pembaruan AD/ART serta aspirasi anggota terkait pengembangan identitas dan nama organisasi. Selain itu, agenda pemilihan Ketua Umum DPP PUTRI periode 2026-2031 menjadi salah satu pembahasan penting untuk menentukan arah organisasi selanjutnya.

Hans berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan pengembangan industri atraksi wisata sekaligus memperkuat manfaat organisasi bagi para anggotanya.

“Kami berharap kepengurusan yang baru dapat membawa PUTRI semakin adaptif dan memberikan nilai tambah bagi para anggota serta masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing anggota dalam menghadapi peluang dan tantangan industri pariwisata ke depan,” ujar Hans.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com