Pengunjung Berdesakan Rebutan Masuk PN Jaktim Jelang Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo

Kamis, 05 November 2026 | 09:17 WIB
Pengamanan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur diperketat menjelang kehadiran Presiden ke-7 RI Jokowi sebagai saksi dalam sidang kasus tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo, Kamis (5/11/2026). [Suara.com/Faqih]
BACA 10 DETIK
  • Pengunjung dan awak media saling berdesakan masuk ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis, 5 November 2026.
  • Kehadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebagai saksi kasus ijazah palsu Roy Suryo memicu kerumunan massa.
  • Aparat keamanan dan kepolisian bersiaga mengatur antrean massa serta membatasi kapasitas maksimal ruang sidang sebanyak 80 orang.

Suara.com - Pengunjung sidang kasus dugaan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo berdesakan dan berebut masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).

Membeludaknya massa membuat petugas keamanan harus mengatur antrean agar tidak terjadi aksi saling dorong.

Pantauan Suara.com, para pengunjung tampak berdesakan dengan awak media di pintu masuk gedung pengadilan. Petugas keamanan PN Jakarta Timur pun meminta pengunjung memberi jalan kepada jurnalis untuk masuk lebih dulu.

“Media dulu, media silakan masuk. Media, media dulu,” pekik petugas menggunakan pengeras suara di depan PN Jaktim, Kamis (5/11/2026).

Personel kepolisian turut membantu petugas keamanan mengendalikan kerumunan.

Mereka berulang kali mengingatkan para pengunjung, yang mayoritas merupakan pendukung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), agar tidak saling mendorong.

“Jangan dorong-dorong. Jangan dorong-dorong,” teriak aparat.

Petugas juga berusaha menenangkan massa yang terus berdesakan di pintu masuk. Mereka mengingatkan bahwa kuota pengunjung masih tersedia dan persidangan belum dimulai.

“Tenang aja bapak-ibu kuotanya masih banyak. Acaranya juga belum mulai,” katanya.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). [Suara.com/Faqih]

Jokowi Tiba Bawa Ijazah

Membeludaknya pengunjung tak lepas dari kehadiran Jokowi yang dijadwalkan menjadi saksi dalam sidang perkara dugaan fitnah, pencemaran nama baik, serta pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terkait tudingan ijazah palsu tersebut.

Jokowi tiba di PN Jakarta Timur menggunakan mobil Toyota Innova berwarna hitam.

Setibanya di lokasi, ia langsung dikerumuni pendukung yang telah menunggu. Mengenakan kemeja batik bernuansa krem dan cokelat serta peci hitam, Jokowi sempat menyalami sejumlah pendukung sebelum masuk ke gedung pengadilan.

Kehadirannya menjadi sorotan karena Jokowi berencana menunjukkan dokumen pendidikannya, mulai dari ijazah sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Ia juga akan menjelaskan riwayat pendidikannya, termasuk masa kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 1980–1985.

Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, menyebut ijazah SMA dan perguruan tinggi saat ini berada di tangan jaksa penuntut umum. Sementara ijazah SD dan SMP dibawa langsung oleh Jokowi.

Jokowi berencana meminta izin kepada majelis hakim untuk memperlihatkan ijazah SMA dan perguruan tinggi tersebut kepada hakim, jaksa, penasihat hukum terdakwa, hingga pengunjung sidang.

Untuk mengantisipasi kepadatan, Polres Metro Jakarta Timur sebelumnya menyiapkan pengamanan tiga lapis, mulai dari ruang sidang, lingkungan kompleks pengadilan, hingga bagian luar gedung.
Jumlah pengunjung yang diperbolehkan masuk ke ruang sidang juga dibatasi maksimal 80 orang.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com