LINIMASA - Petuah bijak menyebutkan kalau kita tidak boleh membuang-buang makanan. Artinya, wajib bagi kita tidak menggambur-hamburkan makanan.
Kebanyakan sisa makanan menjadi sampah organik yang akhirnya menumpuk di tempat pembuangan sampah akhir. Bahayanya, sampah tersebut membusuk dan mengeluarkan gas rumah kaca.
Gas rumah kaca pada akhirnya terperangkap di atmosfer dan berubah jadi efek rumah kaca. Kalau sudah demikian, kenaikan suhu bumi tak terelakkan.
Terkadang makanan yang disimpan terlalu lama akan kehilangan kesegarannya. Hal itu berlaku untuk buah-buahan.
Apa yang harus dilakukan? Sebetulnya, kita tidak usah buru-buru membuang makanan tersebut. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan.
Berikut ini beberapa tips agar kita bisa meminimalisir membuang makanan dengan cara melakukan penyimpanan yang benar sebagaimana melansir dari website good house keeping:
Pisang matang
Pisang merupakan buah yang biasanya akan cepat matang. Dibiarkan beberapa hari saja, pisang akan menjadi lebih matang.
Ciri-cirinya, kulit pisang akan semakin berwarna gelap atau kuning kecoklatan, diiringi bintik-bintik hitam di sekitaran kulit.
Baca Juga: Catat Tanggal Tayangnya "Losmen Melati", Film Horor dengan Konsep Perpaduan Lokal dan Barat
Kamu bisa memasukan pisang yang sudah matang tersebut ke dalam freezer, agar pisang tidak busuk.
Kamu bisa menggunakan pisang yang sudah beku bisa digunakan sebagai bahan untuk membuat aneka hidangan berbahan pisang.
Misalnya, kue bolu pisang. Kamu bisa mengeluarkan pisang yang sudah beku dan membiarkannya sebentar saja agar mencair, lalu dihaluskan dan dicampur ke adonan bolu.
Selain itu, pisang yang dibekukan pun bisa dijadikan sebagai bahan utama kolak. Di saat memasuki ramadhan, kolak pisang sangat cocok dijadikan menu takjil.
Penggunaan bawang bombai dalam sebuah masakan biasanya jarang digunakan satu butir penuh. Untuk memasak sebuah menu hidangan di rumah, bawang bombai hanya digunakan sebagian saja.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta