/
Sabtu, 29 April 2023 | 20:53 WIB
Menteri Agama Gus Yaqut (Foto: Antara)

LINIMASA - Gus Yaqut Cholil Qoumas dicalonkan sebagai Calon Wakil Presiden bersama Ganjar Pranowo didukung oleh Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI), organisasi sayap PPP.

Meski begitu, Gus Yaqut menegaskan bahwa ia hanya akan fokus pada tugasnya sebagai menteri agama dan sama sekali tidak berpikir untuk masuk dalam kontestasi Pilpres 2024.

Gus Yaqut mengatakan bahwa yang ada dalam benaknya saat ini adalah bagaimana mengemban amanah yang diberikan oleh Presiden Jokowi sebagai menteri agama dengan maksimal tanpa meninggalkan kesan buruk.

"Sampai detik ini yang ada dalam benak saya adalah bagaimana mengemban amanah yang diberikan oleh Bapak Presiden Jokowi sebagai menteri agama dengan sebaik-baiknya," ujar Gus Yaqut, di Jakarta, Kamis (27/4/2023).

Sebagai bentuk komitmennya untuk totalitas membantu Presiden Jokowi hingga akhir masa jabatan, Gus Yaqut bahkan memutuskan untuk tidak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pilpres 2024. 

Ia mengakui bahwa tidak mudah untuk membuat keputusan ini, namun karena dengan niat mengabdi kepada negara dengan sepenuh hati, pilihan ini dianggapnya sebagai pilihan terbaik.

"Saya hanya ingin fokus dan tidak terbagi-bagi," imbuh Gus Yaqut

Meski mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk menjadi cawapres, Gus Yaqut tidak tergoda. Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas dukungan tersebut. 

Pemberian dukungan kepada tokoh tertentu menunjukkan praktik demokrasi yang berjalan baik, menurutnya.

Baca Juga: Sungguh Nestapa, Begini Nasib Bule Australia yang Ludahi Imam Masjid di Bandung

Gus Yaqut juga optimistis bahwa Pilpres 2024 akan berlangsung lebih demokratis karena masyarakat Indonesia sudah semakin dewasa dalam melihat perbedaan pandangan dan pilihan dalam perpolitikan. 

"Sekali lagi terima kasih dukungannya, seperti dari sahabat-sahabat GMPI. Saya meyakini Indonesia memiliki stok pemimpin muda berkualitas dan berpengalaman yang sangat melimpah," kata Gus Yaqut

Namun, ia berharap penggunaan identitas keagamaan untuk kepentingan politik praktis bisa dicegah.

Ada kepentingan bangsa yang lebih penting dan luas untuk terus diperjuangkan bersama, yakni terwujudnya persatuan nasional dan masyarakat yang semakin sejahtera.

Load More