LINIMASA - Masyarakat dikejutkan dengan sebuah informasi yang menyebut jika partai Golkar dan PDIP sepakat untuk membentuk tim pemenangan Ganjar Pranowo.
Bahkan, Nasdem dikabarkan hanya bisa menangis saat melihat hal tersebut.
Narasi itu beredar luas di media sosial dan pertama kali disebar dalam sebuah video yang diunggah oleh akun YouTube @PAKDE TV pada Jumat, (28/07/2023).
"Golkar Dan PDIP Sepakat Bentuk Tim Pemenangan Ganjar Pranowo, Nasdem Cuma Bisa Nangis!!," tulis judul video konten YouTube @PAKDE TV.
Selain itu, dalam sampul video kanal YouTube @PAKDE TV dituliskan narasi yang serupa dan mendukung dari tulisan di judul video yang menyebut Surya Paloh menangis karena Jokowi dan 6 Ketum Parpol sudah setuju.
"JOKOWI & 6 KETUM PARPOL SETUJU, SURYA PALOH HANYA BISA NANGIS MELIHAT KESEPAKATAN INI," demikian tulis akun YouTube @PAKDE TV di sampul videonya.
Lantas, benarkah klaim tersebut?
PENELUSURAN FAKTA
Setelah ditelusuri lebih dalam oleh tim cek fakta Suara Linimasa, video tersebut tidak memiliki bukti kuat atas klaim yang menunjukan Golkar dan PDIP sudah sepakat membentuk tim pemenangan Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Pria Curi HP Orang saat Wudhu, Netizen Heran: Di Masjid Berani Lakukan Hal Tercela
Narator dalam video tersebut tidak mampu menunjukan fakta atas klaimnya terhadap klaim yang menyebut Surya Paloh menangis saat melihat Jokowi dan 6 ketum partai sepakat untuk dukung Ganjar Pranowo.
Terdapat ketidaksesuaian antara Isi video dan judul. Bahkan, video tersebut sangat berlawanan dengan keterangan tulisan thumbnail video itu.
Unggahan kanal YouTube yang memiliki 614 ribu subscriber ini sudah dipastikan termasuk kategori konten yang menyesatkan atau HOAX karena antara judul dan isi video tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.
Hingga artikel ini dimuat, video berdurasi 10 Menit 07 detik itu telah ditonton sebanyak 56 kali tayangan.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, video yang berjudul "Golkar Dan PDIP Sepakat Bentuk Tim Pemenangan Ganjar Pranowo, Nasdem Cuma Bisa Nangis!!," termasuk kategori konten HOAX.
Berita Terkait
-
Lolly Ketar Ketir Dijemput Paksa Nikita Mirzani, Benarkah?
-
Warganet Nilai Jokowi Beri Sinyal Pada Prabowo-Erick Thohir, Bagaimana Nasib Ganjar?
-
Sebut Cawe-cawe Bikin Ruwet Pilpres, Andi Arief: Siapa Golden Boy Jokowi Sesungguhnya
-
Rincian Kesepakatan dari Pertemuan Jokowi dan Xi Jinping
-
Tepis Hubungan Jokowi Retak dengan Megawati dan Surya Paloh, Gibran: Semua Baik-baik Saja
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati