Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah mengaku tak yakin dengan alasan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menyebut bahwa batalnya deklarasi koalisi lantaran tengah melawan oligarki.
Menurut Fahri, gagalnya deklarasi, disebabkan karena bohir atau pemodal partai yang belum sepakat dengan koalisi Nasdem, PKS, dan Demokrat.
Sehingga kata Fahri perlu adanya aturan yang mengatur mengenai transparansi aliran dana kampanye yang memodali setiap kegiatan politik. Termasuk didalamnya mengenai penggalangan dana kampanye yang digunakan dalam kampanye di daerah-daerah tertentu.
"Nggak mungkin, karena nggak akan ada. Kalau nggak ada jadwal, nanti pengesahan (kandidat) itu September. Ini bukan soal kita curiga atau tidak, karena nggak ada aturan, semua dapat dilakukan oleh orang tetapi kalau kita bikin aturan, semua akan jelas. Misalnya aturan fundraising, selesai sekarang," kata Fahri pada wartawan di Petra Restauran, Jakarta seperti dikutip dari Warta Ekonomi- jaringan Suara.com, Selasa (15/11/22).
Fahri menuturkan seharusnya kandidat yang berkeliling Indonesia seraya mengumpulkan fundraising dari rakyat. Dengan begitu, kata Fahri penggalangan dana akan terlihat lebih jelasnya.
Sementara saat ini, mantan Wakil Ketua DPR itu menilai bahwa penggalangan dana kampanye tidak jelas sumbernya. Sehingga ia menduga akan banyak pihak yang bermain di belakang layar.
"Pemain belakangnya yang banyak, ini akan terjadi sekarang. Apa kalah kemudian melembagakan kelompok yang marah, kelompok yang bertarung secara tajam, itu jelek sekali bagi iklim demokrasi kita," jelas Fahri.
Karena itu kata Fahri, sedianya Nasdem dan capresnya, Anies Baswedan, berani menantang partai politik lainnya untuk segera mengumumkan kandidat yang diusung dalam gelaran pilpres 2024 mendatang. Hal tersebut dinilai Fahri perlu untuk melakukan debat antar capres sebelum pemilu dimulai.
Selain itu, Fahri juga menilai bahwa Nasdem mestinya mendorong para kadernya yang berada di parlemen untuk menyuarakan regulasi terkait kandidat presiden. Paling tidak, kata Fahri, mengajukan terkait pileg untuk merebut tiket pemilu.
"Harusnya Anies Baswedan itu, nantang kandidat yang lain, supaya dibuka. PDIP siapa calonnya? Partai-partai lain siapa calonnya? Ajukan sekarang lalu berdebat sampai pilpres. Atau pileg dulu, kalau pilpres mungkin nol persen lebih baik, tetapi kalau misalnya dipertahankan 20 persen, pileg dulu. Supaya pertarungan ngerebut tiket dulu," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP PKS Mardani Ali Sera menuturkan batalnya deklarasi Anies Baswedan sebab PKS sedang berupaya melawan oligarki. Mardani mengaskan, pihaknya masih membahas soal politik biaya tinggi dalam mengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Dia mengaku, tidak ingin koalisi tersebut nantinya malah dikuasai pemodal besar.
"Kenapa belum deklarasi? Bocoran sedikit, kami lagi lawan oligarki, ini enggak boleh ada pemodal besar yang menguasai kita," ujar Mardani dikutip dari unggahan twitternya, @MardaniAliSera (12/11/2022).
Artikel ini telah tayang di Warta Ekonomi-jaringan Suara.com dengan judul Dengar Deklarasi Koalisi Anies Baswedan Cs Batal Gegara Melawan Oligarki, Fahri Hamzah: Gak Mungkin!
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?