/
Rabu, 16 November 2022 | 14:28 WIB
Anies Baswedan dan Gibran Rakabuming Raka sarapan di Solo, Selasa (15/11/2022). - (Twitter/@aniesbaswedan) (Twitter)

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, akhirnya buka suara terkait tuduhan Ketua DPP PDIP Said Abdullah yang menyebut pertemuan Anies Baswedan dengan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka untuk meraup suara. 

Menurut Ali, baik Anies maupun Gibran tidak mungkin saling memengaruhi. Sebab menurut dia dalam persahabatan tidak mengenal maksud tertentu.

"Dalam persahabatan tidak ada mengenal maksud tertentu. Gibran tetap kader PDIP. Jadi ketika Anies ketemu dengan Gibran, tidak mungkin Anies memengaruhi Gibran," kata Ali melansir wartaekonomi.co.id,-jaringan suara.com, Rabu (16/11/2022).

Menurut Ali, sudah menjadi karakter NasDem untuk menempuh politik yang ramah, menjadikan persahabatan sebagai ruaang dialog bersama.

"Politik yang ramah, itu karakter kita. Belajar dengan pendiri bangsa yang dulu, gimana kemudian mereka pakai persahabatan sebagai ruang debat yang luar biasa," kata Ali.

Dia kemudian menegaskan bahwa politisi seharusnya tidak menjadikan pertemuan politik sebagai sumbu perlawanan. 

Sebab, menurut Ali, perbedaan pendapat tidak melulu berlawanan atau bermusuhan.

"Saya berharap besar ketika Mbak Puan melakukan misi silaturahmi politik, berharap itu jadi satu role model politik yang mesti kita perankan, tetapi itu tidak merubah tatanan politik," katanya.

Dalam kesempatan itu, Ali justru mengapresiasi kejujuran Gibran Rakabuming yang mengakui bahwa pembangunan transportasi Jakarta di bawah kepemimpinan Anies kini diadopsi di Surakarta.

Baca Juga: Geger, Beredar Video Mesum Sepasang Pelajar Berseragam Diduga di GOR Kudus

"Itu hal bagus, kalau politik arahnya ke kebencian, rusak bangsa," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Said Abdullah menilai pertemuan Anies Baswedan dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka merupakan upaya Anies dalam meraup suara pemilih. 

Selain itu, Said juga menilai pujian Anies yang menyatakan Gibran layak maju di Pilgub DKI adalah upaya memecah belah partainya.

"Kalau Anies yang mau majukan Gibran, Anies nggak punya partai. Gibran kader PDIP. Itu tricky politik Anies untuk mecah belah PDIP," kata Said pada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selasa (15/11/2022).

Tak cuma itu, Said Abdullah juga menyebut pujian Anies kepada Gibran karena Anies tidak memiliki kinerja yang baik dalam memimpin Jakarta.

Load More