/
Rabu, 16 November 2022 | 14:57 WIB
Momen Gibran dan Anies bertemu (Twitter/ AniesBaswedan)

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, menilai calon presiden (capres) dari partainya yakni Anies Baswedan memiliki popularitas yang lebih besar dari pada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Maka menurut Ali, pertemuan Anies dan Gibran pada Selasa (15/11/2022) kemarin murni sebuah persahabatan, tidak terikat pada maksud tertentu. 

"Anies lebih terkenal. Dalam persahabatan tidak ada mengenal maksud tertentu. Gibran tetap kader PDIP. Jadi ketika Anies ketemu dengan Gibran, tidak mungkin Anies memengaruhi Gibran," kata Ali melansir Wartaekonomi.co.id, jaringan suara.com, Rabu (16/11/2022).

Menurut Ali, sudah menjadi karakter NasDem untuk menempuh politik yang ramah, menjadikan persahabatan sebagai ruaang dialog bersama.

"Politik yang ramah, itu karakter kita. Belajar dengan pendiri bangsa yang dulu, gimana kemudian mereka pakai persahabatan sebagai ruang debat yang luar biasa," kata Ali.

Dia kemudian menegaskan bahwa politisi seharusnya tidak menjadikan pertemuan politik sebagai sumbu perlawanan. 

Sebab, menurut Ali, perbedaan pendapat tidak melulu berlawanan atau bermusuhan.

Ia justru berharap, ketika Ketua DPR RI Puan melakukan misi silaturahmi politik, hal itu jadi satu role model politik yang ingin diadopsi oleh NasDem.

"Tetapi itu tidak merubah tatanan politik," katanya.

Baca Juga: All-New Toyota Prius Generasi Kelima Meluncur, Tersedia dalam Dua Versi Hybrid dan Tampilkan Transformasi Desain

Dalam kesempatan itu, Ali justru mengapresiasi kejujuran Gibran Rakabuming yang mengakui bahwa pembangunan transportasi Jakarta di bawah kepemimpinan Anies kini diadopsi di Surakarta.

"Itu hal bagus, kalau politik arahnya ke kebencian, rusak bangsa," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Said Abdullah menilai pertemuan Anies Baswedan dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka merupakan upaya Anies dalam meraup suara pemilih. 

Selain itu, Said juga menilai pujian Anies yang menyatakan Gibran layak maju di Pilgub DKI adalah upaya memecah belah partainya.

"Kalau Anies yang mau majukan Gibran, Anies nggak punya partai. Gibran kader PDIP. Itu tricky politik Anies untuk mecah belah PDIP," kata Said pada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selasa (15/11/2022).

Tak cuma itu, Said Abdullah juga menyebut pujian Anies kepada Gibran karena Anies tidak memiliki kinerja yang baik dalam memimpin Jakarta.

Load More