/
Jum'at, 25 November 2022 | 10:35 WIB
Asrul Sani (Foto/ Istimewa)

Belum lama ini, entitas Partai Amanat Nasional (PAN) membentuk relawan Amanat Indonesia untuk mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden untuk Pilpres 2024. Hal ini lantas membuat beberapa pihak bergejolak, lantaran sebelumnya PAN masuk dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Merespons hal tersebut, Wakil Ketua Umum DPP PPP, Arsul Sani, mengaku tak mau mengambil pusing terkait adanya kader PAN yang membentuk relawan untuk mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut maju dalam kontestasi.

"Ya nggak apa-apa," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/11/2022).

Arsul Sani lantas menyebut bahwa di PPP sendiri juga terjadi hal yang sama, yakni perbedaan aspirasi dukungan terhadap calon presiden dan calon wakil presiden.

Menurutnya, adanya perbedaan dukungan tersebut terjadi karena PPP memegang prinsip bottom up soal aspirasi dukungan terhadap calon presiden dan calon wakil presiden.

"Sekali lagi saya kira saya sudah berkali kali menegaskan bahwa proses-proses pencapresan di PPP di bangun atas dasar prinsip bottom up ya, mendengarkan aspirasi dari bawah untuk kemudian kita ambil pada tingkat nasional," lanjutnya.

Dalam pernyataannya, Arsul menjelaskan bahwa partainya menginginkan suasa demokrasi ada di dalam PPP. 

"Kita mau melarang akar rumput gimana? Biarkan lah. Nanti pada saatnya kita ambil keputusan," pungkasnya.

Baca Juga: PONDS Glow Stage, Belanja Online Jadi Semakin Seru

Load More