- OKX rilis PoR ke-39 dengan aset utama $30,6 miliar, jamin rasio cadangan 100%+.
- Verifikasi independen oleh Hackenclub dan teknologi zk-STARK lindungi privasi pengguna.
- Cadangan utama mencakup 126.770 BTC (105%) dan 1,58 juta ETH (105%) secara transparan.
Suara.com - Salah satu bursa kripto global, OKX, kembali memperkuat standar transparansi industri dengan merilis laporan Proof of Reserves (PoR) ke-39 secara berturut-turut.
Dalam laporan terbaru periode Januari 2026, OKX mencatatkan kepemilikan aset utama (primary assets) senilai lebih dari USD30,6 miliar atau setara dengan kurang lebih Rp486,5 triliun (asumsi kurs Rp15.900), yang menjamin seluruh dana pengguna didukung penuh dengan rasio cadangan di atas 100%.
Laporan ini telah melalui verifikasi independen oleh Hackenclub dan dipublikasikan secara terbuka untuk memastikan akuntabilitas bagi seluruh pemangku kepentingan.
Berdasarkan snapshot terbaru, OKX menunjukkan ketahanan finansial yang solid pada empat aset kripto utama:
- Bitcoin (BTC): Rasio 105% (Memegang 126.770 BTC).
- Ethereum (ETH): Rasio 105% (Memegang 1,58 juta ETH).
- Tether (USDT): Rasio 106% (Memegang 10,38 miliar USDT).
- USD Coin (USDC): Rasio 100% (Memegang 1,44 miliar USDC).
Untuk menyeimbangkan transparansi dan privasi, OKX menggunakan teknologi zk-STARK (Zero-Knowledge Proof). Inovasi ini memungkinkan pengguna memverifikasi bahwa aset mereka aman di dalam cadangan bursa secara mandiri tanpa harus mengungkap data pribadi yang sensitif.
"Kami membangun kepercayaan melalui stabilitas dan disiplin. PoR ke-39 adalah bukti nyata komitmen kami untuk menjaga cadangan 100%+ secara konsisten setiap bulan," ujar Ferry, Growth Manager OKX Wallet dalam laporannya, Rabu (4/2/2026).
Langkah ini juga dipandang sebagai upaya OKX mendukung maturitas industri kripto menuju era "Kinetic Finance", di mana integrasi antara likuiditas, teknologi, dan kepercayaan menjadi standar utama dalam ekosistem aset digital global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
-
KPK Bakal Panggil Pihak Terkait Kasus Bank BJB, Termasuk Aura Kasih?
-
Jakarta Diguyur Hujan Deras Lagi: Puluhan RT di Jaksel Kembali Terendam, Petogogan Paling Parah
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
Terkini
-
RI Bakal Punya Pembangkit Nuklir, Hashim Djojohadikusumo: 70 Gigawatt Akan Dibangun
-
Misbakhun Masuk Radar Bos OJK, Hasan Fawzi: Terbuka Buat Semua!
-
Profil Mukhamad Misbakhun: Ketua Komisi XI DPR RI, Calon Ketua OJK?
-
Prabowo Bakal Tambah Polisi Hutan Jadi 70.000 Personil
-
Pemilik Lippo Karawaci (LPKR) dan Gurita Bisnisnya di Indonesia
-
Dihantam Tekanan Jual, IHSG Memerah Lagi
-
IHSG Ambles dan Aksi Jual Marak Usai Kabar Misbakhun Jadi Bos OJK
-
Transisi Energi Diproyeksikan Tarik Investasi Rp1.682,4 Triliun
-
Jeffrey Hendrik Jabat Dirut PT BEI Sampai Juni 2026
-
Hashim: Prabowo Tak Omon-omon Soal Perlindungan Lingkungan