Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para para calon presiden dan calon wakil presiden tidak menggunakan politik identitas atau politisasi agama di pemilu 2024.
Terkait hal tersebut, pengamat politik Rocky Gerung menduga pesan itu ditujukan kepada eks Gubernur DKI Jakarta yang juga bakal capres 2024 Anies Baswedan.
"Itu ajaib juga kan kalau kita bongkar logikanya, ok tidak boleh poltik identitas maksudnya siapa? pasti Anies," ujar Rocky di akun YouTubenya Rocky Gerung Official yang dikutip Suara.com, Jumat (25/11/2022)
"Kenapa muslim berarti nggak boleh orang Islam berpolitik. Artinya orang Islam juga nggak boleh jadi presiden kan ngaco. Jadi yang boleh siapa? Kristen, Hindu, Budha itu justru yang memancing pertengkaran politik identitas," sambungnya.
Rocky mengingatkan seharusnya tidak boleh selundupkan kepentingan politik dalam terminolog. Menurutnya hal tersebut justru berbahaya karena seolah tidak boleh ada yang beragama.
"Jadi jangan selundupkan kepenting potlik di dlam terminologi yang justru berbahaya. Ya mayoritas mau diapain. Jadi seolah-olah nggak boleh ada yang beragama," kata Rocky.
Rocky menyebut jika tidak boleh berpolitik identitas, sama saja seperti tak boleh beragama.
"Kalau bilang tidak boleh berpolitik identitas artinya kan jangan pakai agama, karena agama itu built in di dalam cara membayangkan masa depan," ucap Rocky.
Lebih lanjut, Rocky menilai jika ada pihak yang takut dengan Anies seharusnya bukan memainkan isu politik identitas, melainkan lawan dengan konsep.
"Jadi dung*nya wacana Istana tuh distu. Jadi semakin orang takut pada Anies mestinya cari cara donk lawan aja dengan konsep masa mainin politik identitas," papar dia.
Selain itu kata Rocky, Anies juga telah membuktikan telah diterima di kalangan agama lain.
"Anies sudah membuktikan bahwa dia diterima di kalangan Kristen, di Hindu segala macam, coba tanya Lieus dia Anies nggak, tanya pendeta siapa yang ketemu Anies," ungkap Rocky.
Karena itu ia meminta pihak Istana untuk bersaing tanpa menyeret-nyeret soal agama.
"Jadi udah Istana akan sia-sia. Mari kita bersaing tanpa menyeret-nyeret soal agama. Biarkan Anies tumbuh sebagai orang yang dielukan-elukan relawan dengan idenya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Mahar Rp126 Ribu di Balik Jeruji: Kisah Haru Akad Nikah Tahanan Narkoba di Polres Pringsewu
-
Tak Terima Ditagih Utang, Kakak Beradik di Pringsewu Kompak Aniaya Korban
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Soal Masa Depan Emil Audero di Como, Sang Agen Beberkan Situasinya
-
Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Jeritan Parau Emak-emak di Hadapan Pasukan Brimob Bundaran HI