/
Selasa, 29 November 2022 | 14:10 WIB
Amanda Zahra - (Twitter) (Twitter)

Dugaan perselingkuhan yang menyeret nama aktris Arawinda Kirana masih menjadi perbincangan hangat. Kini Amanda Zahra, mantan istri dari Guiddo Ilyasa, pria yang diduga selingkuh dengan Arawinda, tampaknya masih berupaya untuk mengobati luka yang menyerang psikisnya.

Pada Senin (28/11/2022), lewat cuitan di akun @amndzahra, ia membagikan curahan hatinya yang pernah ia tulis beberapa waktu lalu saat rumah tangganya mulai retak karena isu perselingkuhan sang suami.

Amanda Zahra mengungkapkan, peran yang ia jalani sebagai seorang ibu menjadikan dirinya pribadi yang makin mengesampingkan kepentingan pribadi. Ia teringat, beberapa waktu lalu, saat hatinya hancur berkeping-keping, ia curhat lewat sebuah "surat" yang ia tulis di ponsel.

"Aku baca lagi, dan perasaanku kena lagi, saat itu aku berada di titik terendah, tapi tetap saja yang paling aku pedulikan adalah anakku," ungkap Amanda Zahra menggunakan bahasa Inggris.

Dalam catatan lamanya itu, lulusan Kedokteran UGM ini menjelaskan, tulisan itu ia buat bukan untuk mengharapkan permintaan maaf dari mantan suami dan selingkuhannya, tetapi untuk membuat mereka sadar atas perbuatan yang telah mereka lakukan.

"Mungkin aku pantas mendapatkannya, tapi anakku tidak," terang ibu satu anak ini.

"Aku tahu mungkin sulit bagi kamu untuk memahami dan berempati padaku sekarang, tapi kalau suatu hari kamu menjadi ibu, coba tengok kembali ke masa ini, oke?" imbuhnya.

Ia pun meminta orang ketiga dalam rumah tangganya untuk tanya sendiri kepada ibu mana pun betapa sulitnya melalui masa kehamilan, melahirkan anak, menyusui, hingga harus begadang setiap hari.

"Sebagai seorang perempuan, seorang istri, dan seorang ibu, aku enggak habis pikir betapa teganya kamu melakukan itu semua," tambah dia.

Baca Juga: Deretan Soto Enak di Jogja, Cocok untuk Menu Sarapan Kamu

Terlebih, lanjut Amanda Zahra, ada hasil USG di atas kulkas. Selain itu, foto dirinya dan sang anak pun ada di dekat sofa dan di dekat kasur. Bahkan barang-barangnya dan mainan bayi milik anaknya pun tersebar di rumahnya.

Amanda Zahra pun bertanya-tanya betapa teganya sang suami dan kekasih gelapnya melakukan perselingkuhan di dekat foto anaknya.

Gara-gara itu pula, ASI Amanda Zahra sempat macet. Lantas ia pergi dari rumah untuk menyembuhkan luka batinnya karena ia masih ingin menyusui sang anak, dan dia juga membutuhkan bantuan untuk menjaga anaknya.

"Tapi kalian enggak berhenti di situ," terusnya.

Padahal, kata Amanda Zahra, rumah yang tadinya ia tinggali bersama suami dan anaknya itu sangat berarti baginya.

"Aku tebar cinta di setiap sudutnya. Aku membesarkan anakku di sana. Seharusnya rumah itu menjadi tempat paling aman baginya sampai dia berumur 2 tahun," terang Amanda Zahra.

Namun, sejak perselingkuhan terjadi, anaknya juga harus kehilangan rumah itu, melihat ibunya menangis dan berteriak di depan ayahnya setiap hari. Anaknya pun tak berhenti menangis karena produksi ASI Amanda Zahra sempat terhambat. Selama dua bulan, ia pun tak bisa merawat anaknya seperti biasanya.

Saat Amanda Zahra menulis curhatannya itu, anaknya berusia 8 bulan dan seharusnya tumbuh dalam keluarga yang penuh kasih serta orang tua yang utuh.

"Tapi perbuatan kalian berdua telah mengubah hidupnya untuk selamanya. Bahkan jika aku memilih untuk bertahan, orang tua dan rumah anakku tak akan pernah sama lagi. Dia akan terus menyaksikan pertikaian, tangis, dan teriakan. Apakah kalian pernah kepikiran akan hal itu?" tanya Amanda Zahra.

Lewat catatan itu, ia mengaku tak serta merta menyalahkan suami dan selingkuhannya meskipun mereka memang bersalah.

"Aku bertengkar dengan suamiku setiap hari. Ini hanyalah caraku untuk menyadarkan kalian. Aku harap kalian tak mengulangi perbuatan semacam ini lagi, dan kalau ini tak melunakkan hati kalian, aku tak tahu lagi lewat cara apa hati kalian bisa tersentuh," tutup amanda Zahra.

Hingga Selasa (29/11/2022) sore, catatan Amanda Zahra itu telah disukai lebih dari 25 ribu pengguna Twitter. Berbagai doa dan dukungan diberikan warganet untuknya.

Load More