/
Kamis, 08 Desember 2022 | 20:08 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (Megawati Soekarnoputri ((Suara.com/Oke Atmaja)))

Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko membongkar alasan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang hingga kini belum juga menentukan calon presiden (capres) untuk Pemilu 2024.

Terkai Pilpres, Megawati kata Budiman tengah mencari seorang sosok pemimpin sejati, bukan hanya persoalan jabatan mentereng sebagai presiden.

Lebih dari itu, lanjut Budiman, Megawati saat ini tengah mencari pemimpin yang benar-benar menjadi pemimpin untuk Indonesia. Yaitu bukan saja untuk masa kini, tetapi jangkauannya sampai 100 tahun ke depan.

"Saya ingat pidato beliau waktu menutup Rakernas PDI Perjuangan. Beliau bilang PDIP tidak mencari presiden, kami mencari pemimpin. Presiden itu orang gajian saja, ketika selesai dapat pensiun, presiden hanya memikirkan bagaimana memikir 5 tahun ke depan. Tapi seorang pemimpin itu bukan orang gajian," ujar Budiman saat menjawab pertanyaan Zulfan Lindan yang dikutip dari Warta Ekonomi-jaringaan Suara.com, Kamis (8/11/2022).

Mantan anggota DPR RI itu menyatakan hal itulah yang menjadi salah satu alasan kenapa Megawati belum meneken surat persetujuan terkait capres hingga hari ini.

"Kenapa belum? Beliau ngomong gini waktu di Rakernas: saya rindu pemimpin seperti Bung Karno Bung Hatta, Bung Syahrir, Muhammad Yamin, yang waktu saya kecil mendengar mereka berdebat, diskusi dengan Bapak saya (Bung Karno-red) soal tata negara, tentang masa depan dan soal-soal strategis," kata Budiman.

"Di situlah beliau (Megawati) merasa itu absen hari ini. Tidak ada perbincangan yang melampaui sekadar jabatan kepresidenan tapi bagaimana visi Indonesia 100 tahun ke depan," sambungnya.

Budiman lalu mengutip kembali pernyataan Megawati yang belum menentukan capres karena teringat sosok yang menjadi cinta pertama dalam hidupnya, yakni Bung Karno, ayahnya.

"Bu Mega pernah bilang 'saya kalau meninggal saya khawatir apakah Indonesia masih ada atau enggak'. Nah saya jadi berpikir, kan cinta pertama seorang anak perempuan itu ayahnya," papar Budiman.

Baca Juga: Sempat Kritik Anies Baswedan, Eggi Sudjana Kini Sebut Anies Sosok Terbaik Dibanding Capres Lain

"Rasa-rasanya beliau sedang mengingat cinta pertamanya itu. Beliau sedang mengingat ayahnya dan ayahnya adalah kebetulan presiden dengan segala referensi yang pernah beliau dengar waktu kecil itu," lanjutnya.

Karena itu, Budiman menegaskan di Pilpres 2024, bahwa PDIP tak hanya ingin menang lagi di Pemilu. Namun kata dia, lebih dari itu PDIP ingin menghasilkan pemimpin yang punya visi seperti yang dicita-citakan oleh Megawati.

"Saya melihat Ibu Mega ada dalam posisi bahwa menjadi menang itu yess, penting dan menyenangkan. Tapi setelah menang dan berkuasa itu mau dibawa ke mana Indonesia itu kelihatannya yang menjadi concern beliau," katanya.

Load More