Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima Indonesia) Ray Rangkuti menilai Partai Gerindra memiliki alasan tersendiri melihat mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didapuk menjadi capres dari Partai NasDem.
Salah satu politisi Gerindra bahkan mengaku kecewa dan menilai Anies tak beretika lantaran tidak menemui Prabowo sebelum menerima ajakan Partai NasDem untuk maju dalam Pilpres 2024.
"Pertama, pergeseran pemilih dari Prabowo ke Anies. Lebih dari 5 persen pemilih yang semula memilih Prabowo, beralih menjadi pemilih Anies," ujar Ray yang dikutip dari Warta Ekonomi-jaringan Suara.com, Senin (12/12/2022).
Menurut Ray, angka tersebut tidak sedikit dan berpotensi menggerus suara yang akan diberikan kepada Prabowo dalam Pilpres 2024.
"Kenyataannya, elektabilitas Anies sudah melampaui Prabowo. Tentu saja, situasi tersebut sangat tidak menguntungkan," papar Ray.
Selanjutnya kata Ray, dukungan Partai Gerindra satu-satunya penentu agar Anies dapat memenangkan Pilgub DKI Jakarta 2017.
"Anies, sama sekali bukan merupakan anggota partai manapun sehingga dukungan partai atas Anies Baswedan dianggap kebaikan parpol," ungkap Ray.
Bahkan kata Ray, Anies justru dicalonkan oleh partai yang sama sekali bukan pengusungnya di Pilkada DKI Jakarta.
"Tentu, Partai Gerindra menemukan alasannya untuk merasa kecewa. Apa yang mereka tanam, hasilnya malah dituai oleh orang lain," katanya.
Baca Juga: Kaesang Tertangkap Basah Lakukan 'Ketawa Karir' di Pelaminan, Habis Ngakak Langsung Mingkem
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Sesumbar Declan Rice Jelang Lawan Ghana: Inggris Bisa Libas Siapa Pun di Piala Dunia 2026
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Lipstik Pink yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Cocok untuk Kulit Sawo Matang
-
4 Orang Keroyok Pria di Siantar hingga Tewas Menyerahkan Diri
-
Kisah Inspiratif Nasabah PNM, Dari Kejaran Rentenir ke Arena Final PFL 2026
-
Pelatihan Militer untuk Calon Manajer Koperasi Merah Putih, Apa Urgensinya?
-
Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar, KPK Mulai Bidik Pengisian Kuota PT Makassar Toraja
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
BEM Unsri Akhirnya Turun Aksi Kritisi Pemerintahan Prabowo, Bawa 8 Tuntutan