/
Senin, 12 Desember 2022 | 16:25 WIB
Anies Baswedan saat berada di Taman Musafir, Sulawesi Selatan (Instagram)

Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima Indonesia) Ray Rangkuti menilai Partai Gerindra memiliki alasan tersendiri melihat mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didapuk menjadi capres dari Partai NasDem.

Salah satu politisi Gerindra bahkan mengaku kecewa dan menilai Anies tak beretika lantaran tidak menemui Prabowo sebelum menerima ajakan Partai NasDem untuk maju dalam Pilpres 2024.

"Pertama, pergeseran pemilih dari Prabowo ke Anies. Lebih dari 5 persen pemilih yang semula memilih Prabowo, beralih menjadi pemilih Anies," ujar Ray yang dikutip dari Warta Ekonomi-jaringan Suara.com, Senin (12/12/2022).

Menurut Ray, angka tersebut tidak sedikit dan berpotensi menggerus suara yang akan diberikan kepada Prabowo dalam Pilpres 2024.

"Kenyataannya, elektabilitas Anies sudah melampaui Prabowo. Tentu saja, situasi tersebut sangat tidak menguntungkan," papar Ray.

Selanjutnya kata Ray, dukungan Partai Gerindra satu-satunya penentu agar Anies dapat memenangkan Pilgub DKI Jakarta 2017.

"Anies, sama sekali bukan merupakan anggota partai manapun sehingga dukungan partai atas Anies Baswedan dianggap kebaikan parpol," ungkap Ray.

Bahkan kata Ray, Anies justru dicalonkan oleh partai yang sama sekali bukan pengusungnya di Pilkada DKI Jakarta.

"Tentu, Partai Gerindra menemukan alasannya untuk merasa kecewa. Apa yang mereka tanam, hasilnya malah dituai oleh orang lain," katanya.

Baca Juga: Kaesang Tertangkap Basah Lakukan 'Ketawa Karir' di Pelaminan, Habis Ngakak Langsung Mingkem

Load More