Suara.com - Anies Baswedan telah dideklarasikan menjadi bakal calon presiden Partai Nasional Demokrat (NasDem) sejak awal Oktober lalu.
Anies menjadi pilihan NasDem karena berbagai pertimbangan, salah satunya karena disebut bisa mempersatukan bangsa.
Hal ini dinyatakan sendiri Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai NasDem, Ahmad Ali.
"Di zaman kepemimpinan Anies Baswedan, toleransi beragama sangat diutamakan dan itu menjadi salah satu alasan Partai NasDem menunjuknya sebagai Presiden dan Insyaallah Anies Baswedan bisa menjaga kesatuan dan perbedaan yang ada di Seluruh Rakyat Indonesia," ungkap Ahmad Ali seperti yang dikutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com.
"Tentunya untuk melahirkan keadilan di Indonesia tidak hanya lahir dari Partai NasDem, melainkan dari seluruh masyarakat, kader, dan para relawan," tambahnya.
Ahmad Ali juga menyebutkan bahwa Anies adalah pemimpin yang selalu difitnah sana-sini namun tak pernah membalasnya.
Dalam menghadapi pemilu, dia mengimbau para kader atau relawan tidak melakukan penghinaan terhadap lawan. Sebab menurutnya Pemilu semestinya berlangsung dengan aman dan damai.
"Kita berharap bisa melewati Pemilu 2024 dengan aman dan damai, karena tidak baik juga ketika kita menang akan tetapi negara ini terpecah belah," ungkap Ahmad Ali.
Ganjar Sempat Jadi Opsi
Dalam Rakernas NasDem pada Juni lalu, NasDem merekomendasikan tiga nama, yakni Anies Baswedan, Andika Perkasa, dan Ganjar Pranowo sebagai capres.
Namun keputusan NasDem pada Oktober berakhir pada sosok mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Mas Ganjar, Mas Anies itu menjadi pilihan NasDem itu pendukungnya banyak, termasuk Pak Andika, tapi akhirnya kan harus milih satu," ungkap Gus Choi dalam perbincangan yang di kanal YouTube Total Politik.
"Ketika milih Anies karena dari sekian yang merespons itu Anies, Mas Ganjar karena terpaku pada partainya, setia pada partainya kita tidak pada saat harus menampilkan yang paling siap adalah Mas Anies," imbuhnya.
Lebih lanjut Gus Choi menyebutkan bahwa jika suatu saat Ganjar diusung oleh partai lain, NasDem akan bersaing dengan sehat.
"Artinya ketika Mas Ganjar diusung oleh siapa, kita tidak akan memusihi, tidak akan mencari kesalahan, kita ingin tampil berkompetisi secara fair, karena masing-masing ini sudah pernah kita usung."
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!
-
TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir
-
Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak
-
Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara
-
Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan