Mahfud MD mengaku bahwa dirinya mengatakan Tragedi Kanjuruhan bukan merupakan pelanggaran HAM berat di depan PBNU dan para ulama di Surabaya.
"Betulkah sy bilang kasus Tragedi Kanjuruhan bkn pelanggaran HAM Berat? Betul, sy katakan itu Selasa kemarin di depan PBNU dan para ulama di Surabaya." kata Mahfud dikutip dari unggahan twitternya pada Rabu (28/12/2022).
Namun begitu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu menegaskan bahwa Tragedi Kanjuruhan tidak dianggap pelanggaran HAM berat merupakan hasil penyelidikan Komnas HAM, bukan kesimpulan pribadi darinya.
"Itu adl hasil penyelidikan Komnas HAM. Mnrt hukum yg bs menetapkan adanya pelanggaran HAM Berat atau tidak itu hanya Komnas HAM." ujarnya menjelaskan.
Menurutnya, banyak masyarakat yang hingga saat ini masih kesulitan membedakan antara pelanggaran HAM berat dan tindak pidana atau kejahatan berat.
"Pembunuhan atas ratusan orang scr sadis oleh penjarah itu bkn pelanggaran HAM Berat tp kejahatan berat. Tp satu tindak pidana yg hny menewaskan beberapa orng bs menjadi pelanggaran HAM Berat." bebernya.
"Selama jd menko polhukam, jika ada tindak pidana yg besar sy sll persilahkan Komnas HAM menyelidiki dan mengumumkan sendiri, apa ada pelanggaran HAM Beratnya atau tdk. Msl, kasus Wadas, Kasus Yeremia, Tragedi Kanjuruhan, dll. Kalau Pemerintah yg mengumumkan bs dibilang rekayasa." lanjutnya.
Penjelasan Mahfud MD mengenai statemennya yang mengatakan bahwa Tragedi Kanjuruhan bukan plenggaran HAM berat pun menuai berbagai tanggapan dari warganet.
"Terimakasih prof @mohmahfudmd atas penjelasamnya, semoga bukan upaya pembodohan bagi rakyat. Terus sebagai menkopolhukam apa yg anda perbukitan untuk menyelesaikan masalah ini? Atau hanya koar-koar bisa koar-koar saja?" ujar akun @jag*** menanggapi.
Baca Juga: Harta dan Sumber Kekayaan 3 Eks Petinggi ACT, Tega Tilap Dana Korban Lion Air!
"Betul, seperti apa yang sampiyan katakan; "malaikatpun bila masuk kedalam system ini, bisa menjadi iblis". Coba bila yang menjadi korbannya, istri dan anak sampiyan, mati terinjak-injak orang lain, karena kepanikan akibat polisi menembakan gas air mata." ujar @ali***
"Ijin bertanya pak. Kalau ada keluarga presiden yang jadi korban. Apakah masih dianggap pelanggaran HAM biasa?" ujar @soe***
Sebagai pengingat, Tragedi Kanjuruhan terjadi pada Sabtu (1/10/2022) di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Petugas keamanan gabungan dari kepolisian saat itu menembakkan gas air mata ke sejumlah bagian stadion.
Para supporter pun panik hingga berdesakan berusaha keluar stadion. Kejadian tersebut menewaskan sedikitnya 135 orang.
Berita Terkait
-
8 Kasus Hukum Terheboh Sepanjang 2022: Ferdy Sambo hingga Tragedi Kanjuruhan
-
Sebut Tragedi Kanjuruhan Bukan Pelanggaran HAM Berat, Mahfud MD: Banyak yang Tidak Bisa Membedakan
-
Tim Hukum Korban Tragedi Kanjuruhan Minta Polri Proses Etik Eks Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta
-
Utang KPK Ke Masyarakat Tangkap 5 Buronan Koruptor, Ada Tannos Hingga Harun Masiku
-
Peristiwa-peristiwa Penting Tahun 2022, Dari Kematian Emmeril Khan Hingga Tragedi Kanjuruhan
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering
-
Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong
-
Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita
-
Terbitkan Sprindik Baru, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Kini Berstatus Saksi
-
Strategi Agresif Geely Rebut Pasar Indonesia Hingga Masuk Tiga Besar Merek Tiongkok Terlaris
-
Wajah Baru TPA Tamangapa Mulai Terlihat, Bau Sampah Berkurang
-
Ada Isu Mark Up Pikap Kopdes Merah Putih, Purbaya Ogah Cairkan Anggaran Sebelum Audit
-
Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Tak Ada Alasan Lanjutkan Program MBG
-
HP Apa yang Bisa Foto Live selain iPhone? Ini 9 HP Murah Terbaik untuk Kamu
-
Tekuk Prancis 2-0, Spanyol Bangkit dan Jadi Tim Terkuat Piala Dunia