Dalam video lawas yang diunggah Luna Maya dua tahun silam, ia membagikan cerita di mana ia pernah ditawari menemani seorang pengusaha jalan-jalan ke luar negeri.
Kala itu ia ditawari menemani pria tersebut selama tiga hari, dan satu harinya akan diberi bayaran Rp200 juta.
Dia menyebut perantara atau mucikarinya merupakan seorang makeup artist.
Bicara soal pengalaman tidak menyenangkan tersebut, Luna Maya menceritakan bahwa tawaran itu berawal dari berita penangkapan artis yang masuk dalam jaringan prostitusi artis beberapa tahun sebelumnya.
"Ada sempet kejadian daftar nama-nama artis yang ikutan prostitusi online ada inisial namanya LM. Orang langsung, infotainment, berita-berita langsung bilang Luna Maya," dikutip Senin (2/1/23) di kanal YouTube Luna Maya.
Luna Maya sendiri sudah memberi klarifikasi bahwa tuduhan itu tidak benar. Tapi dia tidak bisa memaksa orang untuk percaya dengan klarifikasinya.
“Engga bisa maksa gitu. Tapi for sure, that's not me (yang pasti, itu bukan gue)," ungkap Luna.
Tak lama kemudian, Luna mendapat chat Whatsapp dari seorang makeup artist pada sekitar pertengahan Januari 2020 lalu.
Ia mengaku tak kenal dekat dengan Makeup Artist yang enggan dia sebut namanya. Hanya pernah sekali dirias namun mereka pernah bertukar nomor.
Baca Juga: Tampak Pangling, Ini Sederet Foto Prewedding Kiky Saputri dengan Sang Kekasih
"Tiba-tiba WhatsApp, ‘Kak Luna, ada temen aku mau kenalan, dia pengusaha’. Oke, ya udah boleh-boleh, namanya orang mau kenalan masa kita mau menghalangi," tambah dia.
Lebih lanjut, Luna Maya mengaku masih menyimpan bukti percakapan tersebut. Sang makeup artist awalnya minta maaf terlebih dahulu, lalu menyampaikan sebuah tawaran.
"Bilangnya gini, 'Iya minta ditemenin jalan-jalan keluar negeri sehari Rp200 juta, tiga hari artinya Rp600 juta'," ujar Luna. Saat membaca pesan itu, sontak dia pun kaget campur marah.
"Ini yang dalam pikiran aku, dalam otak aku saat itu kayak, kalo lo ada di depan gue, gue cekik lo," ucapnya sambil menunjukkan gestur mencekik leher orang.
Namun karena tahu hal tersebut tidak benar, ia pun mencoba menahan emosi dan menyikapinya dengan santai.
"Sorry gue ga jualan, jadi kenapa mesti marah, walau kesel gitu, karena menurut aku unappropriate, lancang lah bahasa Indonesianya," ungkap Luna.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
6 Cara Mengamankan Akun Instagram agar Tidak Diretas seperti Ahmad Dhani
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan