Di awal tahun 2023, Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi mengumumkan menghentikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Oleh karena itu, tak ada lagi anjuran WFH (work from home) untuk perkantoran.
Namun, muncul petisi yang menuntut supaya WFH bisa kembali diterapkan. Dalam situs petisi daring Change.org yang dilihat Selasa (3/1/2023), petisi dengan tajuk “Kembalikan WFH sebab Jalanan Lebih Macet, Polusi, dan Bikin Tidak Produktif” itu dibuat oleh seseorang bernama Riwaty Sidabutar.
Pembuat petisi berasalan bahwa kewajiban sistem bekerja di kantor atau work from office (WFO) tidak membuat karyawan lebih produktif. Dia mencontohkan dirinya yang harus menempuh jarak 20 km saat berangkat ke kantor, atau 40 km pulang pergi setiap harinya.
“WFO juga belum tentu membuat kita lebih produktif. Karena lamanya perjalanan, saya malah jadi lebih lelah, dan hasil pekerjaan tidak sebagus ketika saya bekerja dari rumah. Di rumah, saya merasa lebih percaya diri, lebih aman, dan juga merasa lebih nyaman,” bunyi petisi tersebut.
Hingga saat ini, sekitar 7.000-an orang sudah menandatangani petisi itu secara daring.
Petisi tersebut pun menarik perhatian warganet dan menuai beragam respons. Dalam sebuah unggahan di akun Instagram @lambe_turah, warganet ramai-ramai meninggalkan komentarnya.
"Angka kehamilan bisa naik lagi," kata salah seorang warganet.
"Yah, alamat hamil lagi deh kalo suami WFH," balas warganet lainnya.
"WFH semua, ntar kantor kosong jadi mixue," kelakar warganet.
"Hemat uang bensin dan jajan di luar juga hahaha," timpal warganet lain yang setuju.
Meski begitu, petisi tersebut juga mendapat penolakan dari benyak warganet. Tak sedikit yang menyatakan ketidaksetujuannya.
Baca Juga: Dapat PMN Rp3,2 Triliun, PT KAI Janji Proyek Kereta Cepat Kelar Juni 2023
"Resign aja, masih banyak yang nganggur pengen kerja," timpal warganet ketus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini
-
Ironi Literasi di Indonesia: Buku Masih Terlalu Mahal bagi Banyak Orang
-
Tak Hanya Xiaomi 17 Max, Mobil Listrik Gahar Xiaomi YU7 GT Siap Debut Pekan Ini
-
Review A Sad And Beautiful World: Romansa Drama di Beirut yang Menggugah
-
Soal 'Orang Desa Tak Pakai Dolar', Purbaya: untuk Menghibur Rakyat, Presiden Mengerti Rupiah
-
Pastikan MBG Berlanjut, Prabowo: Ini Program Strategis untuk Rakyat!
-
Xabi Alonso Resmi ke Chelsea, Liverpool Kini Bidik Pelatih Jenius dari Jerman
-
Orang Desa Tak Pakai Dolar tapi Buruh Pabrik Kendaraan Terdampak, Akankah Harga Mobil Naik?
-
Obrolan Prabowo dan Menkeu Purbaya di Lanud Halim: Dari Dolar sampai Rencana Naik Haji
-
John Herdman Mulai Seleksi Besar-besaran, Siapa Saja Pemain Diaspora yang Masuk Radar?