Restoran Karen's Diner jadi viral karena memberikan pelayanan yang berbeda dari resto kebanyakan.
Pelayan di Karen's Diner dikenal jutek dan tak ramah kepada pelanggan. Restoran yang berasal dari Australia ini sudah hadir di Jakarta, lantas karena penasaran dengan pelayanannya, orang ramai berdatangan.
Rata-rata pelayan di Karen's Diner adalah perempuan berwajah jutek.
Namun siapa sangka dibalik peran mereka sebagai pelayan yang tak ramah, ternyata mereka juga mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, seperti pelecehan seksual hingga body shaming.
Dalam sebuah wawancara di Youtube, salah seorang pelayan Karen's Diner bernama Bella menuturkan kejadian yang dialaminya bersama pelayan lainnya.
Saat itu host Podcast Bukan Bincang Biasa, Nadia menanyakan apakah ada pelecehan fisik di Karen's Diner.
"Pernah gak sih sampai main fisik." tanya Nadia.
"Pelecehan gitu sih, temen aku bokongnya dipegang," kata Bella.
"Menurutku harus diusut," sambung Nadia
Baca Juga: Diperiksa Hari Ini, Indrajana Sofiandi Siap Jika Langsung Ditahan
"orangnya belum siap cerita, lebih menjaga mentalnya dulu," kata Bella.
Sementara Bella sendiri mengalami kejadian tak mengenakan karena bodyshaming.
“Elu gendut banget, enggak pantes tahu kerja di sini,” kata Bella lagi.
Melihat postingan video tersebut netizen memberikan komentar yang beragam soal pelecehan seksual yang dialami karyawan Karen's Dinner.
Rata-rata netizen justru menyalahkan konsep restoran itu bukan fokus pada pelecehan yang dialami karyawan tersebut.
"bukannya konsep restauran nya kan dbikin judes ya??? Kok kalian jadi baper kalo ada customer seperti itu ?" jelas netizen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Sinopsis Film Fuze, Sajikan Thriller Aksi dengan Plot Bom dan Perampokan Rumit
-
5 Potret Gaya Hidup Mewah Vanessa Nabila, Wanita yang Dekat dengan Gubernur Ahmad Luthfi
-
Tren Audio Open-Ear Makin Populer, HAKII Resmi Hadir di Indonesia lewat Blibli
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Bangga Bela Garuda, Cerita Maarten Paes Bawa Semangat Bhinneka Tunggal Ika ke Eropa
-
Kronologi Lengkap Polemik LCC Kalbar yang Viral, dari Protes Josepha hingga Tawaran Beasiswa
-
MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar Minta Maaf Usai Videonya Viral
-
Nalar yang Hilang di Kamar Kos, Menguak Tabir Tragedi 11 Bayi di Sleman
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa