Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun menyatakan, tidak ada bukti bahwa Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) akan mengganti idiologi Pancasila.
Pernyataan itu disampaikan Refly lewat kanal Youtub miliknya yang tayang Kamis (26/1/2023).
"Bahkan di dalam Undang-undang keormasan kita dan juga Partai Politik bisa merujuk atau menunjuk dasar selain Pancasila," kata Refly, dikutip Jumat (27/1/2023).
Adapun Pancasila, menurut Refly diterima sebagai sebuah kesamaan, namun setiap organisasi tetap memiliki ciri khas masing-masing.
"Jadi Pancasila itu diterima sebagai common ground, tapi setiap organisasi itu ada kekhasan masing-masing. Apakah kekhasan itu Islam misalnya, apakah kekhasan itu non Islam, apakah kekhasan itu berbau keadaerahan," kata Refly.
Menurutnya, sebuah organisasi tak mesti harus diseragamkan.
"Jadi bukan berarti organisasi itu harus diseragamkan semua," katanya.
Hingga saat ini, kata Refly, dirinya tidak melihat ada alasan hukum yang jelas saat pemerintah resmi membubarkan FPI dan HTI.
"Itu satu perspektif yang sampai sekarang saya tidak melihat ada alasan hukum yang kuat untuk membubarkan baik HTI maupun FPI," jelasnya.
Baca Juga: 'Masih Menunggu dan Menemani', Tunangan Richard Eliezer Tahan Tangis Ceritakan Hubungan Mereka
Mahkan saat Mahfud MD membubarkan FPI pada 30 Desember 2020, kata Refly, dikatakan bahwa Ormas tersebut bubar dengan sednirinya karena surat keterangan terdaftarnya tidak diperpanjang.
"Bahwa surat keterangan terdaftar itu bukan tanda eksistensi sebuah organisasi," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Minta NasDem Tak Usah Blunder, Refly Harun: Siapapun yang Mendeklarasikan Anies Perlu Suara Umat Islam
-
Semprot Kader NasDem, Refly Harun Setuju HTI dan FPI Dianggap Korban Rezim
-
3 Fakta TKW Asal Cianjur Minta Dipulangkan, Langsung Direspons Mahfud MD
-
Mahfud MD Bangga Dengar Pledoi Bharada E, Berani Ungkap Rahasia Kematian Brigadir J: Semoga Kamu Dihukum Ringan
-
Mahfud MD: Saya Berdoa Agar Kamu Dapat Hukuman Ringan, Bharada E...
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
4 Headset Gaming Murah dengan Active Noise Cancellation, Mulai 300 Ribuan
-
Menghadapi Krisis Iklim dari Desa: Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya
-
Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda
-
Situasi Serba Salah: Antara Opang, Gojek, dan Hak Penumpang
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha