Usai dianiaya Mario Dandy Satriyo, David Latumahina disebut mengalami diffuse axonal injury (DAI) atau cedera aksonal difus. DAI merupakan jenis cedera pada otak traumatis (TBI).
Menanggapi hal tersebut, Dokter Konsultan Perawatan Intensif RS Mayapada Kuningan, Franz J.V menegaskan tak ada dasarnya menyebut David mengalami diffuse axonal injury.
Kata Dokter Franz, tak mudah seseorang disebut mengalami Diffuse Axonal Injury (DAI). Sebab kata dia, membutuhkan analisis lebih dalam untuk menyebut seseorang mengalami Diffuse Axonal Injury.
"DAI itu dari mana itu DAI? Itu ada kriteria dan tidak gampang menyebut langsung DAI. Itu terlalu teledor kalau ngomong DAI, dasarnya apa?," ujar Dokter Franz saat di RS Mayapada, Kuningan yang dikutip Mamagini dari YouTube TvOneNews, Rabu (1/3/2023).
Dokter Franz menuturkan perlu analisa lebih lanjut untuk memastikan kondisi David apakah mengalami diffuse axonal injury atau tidak. Namun kata dia kondisi perkembangan David cukup signifikan.
"Ya tergantung respon lah itu masih perlu sekian hari, saya tidak bisa katakan pasti. Nanti saya katakan, lalu kok belum kenapa sampai sekarang masih. Oh Nggak bisa ini sangat relatif," tutur Dokter Franz.
"Tapi at least, yang kita buktikan dari empat sampai lima hari perkembangan cukup sangat menyenangkan," sambungnya.
Sebelumnya, Dokter Franz mengungkapkan bahwa David mengalami trauma di kepala usai dianiaya oleh anak pejabat pajak, Mario Dandy Satriyo.
"Saya tegaskan, kalau kerusakan kita tidak bisa detail dulu karena ini masih dalam perkembangan, tapi jelas ada trauma di kepala," ujar Dokter Franz yang dikutip Mamagini dari YouTube TVOneNews, Rabu (1/3/2023).
Baca Juga: 'Tidak Ada Bukti Apapun' Pihak David Mentahkan Tuduhan Pelecehan ke AG yang Picu Mario Dandy Kalap
Kendati demikian, Dokter Franz mengaku belum bisa membeberkan lebih rinci perihal trauma di kepala David. Pasalnya kata Dokter Franz saat ini anak petinggi GP Ansor Jonathan Latumahina itu masih dirawat di ICU. Adapun perkembangannya mulai membaik.
"Tapi apa yang menjadi masalah di dalamnya kita belum bisa (beberkan), karena ini masih bisa berkembang. Yang penting keadaan sekarang cukup stabil," ucap Dokter Franz.
Selain itu, Dokter Franz menuturkan kondisi David semakin membaik. Kondisi David kata Dokter Franz juga masih terus melakukan observasi terhadap David.
"Kondisi anak David mengalami perkembangan yang cukup signifikan tetap memang masih dirawat di ruang intensive care unit dan semua kemungkinan masih bisa terjadi sehingga masih perlu melakukan observasi yang ketat sama anak David," ucap Dokter Franz.
Lebih lanjut Dokter Franz mengatakan saat ini David tak lagi menggunakan alat bantu pernapasan.
"Sudah mulai (Sadar) karena beliau belum bisa mengontrol betul tapi at least dia sudah bisa bernafas dengan spontan, tidak menggunakan alat bantu nafas lagi," kata Dokter Franz.
Ia menjelaskan pihaknya menggunakan metode Glasgow Coma Scale atau GCS untuk mengukur tingkat kesadaran David. Normalnya nilai GCS normal yakni 15.
Sementara kata Dokter Franz, untuk David angkanya 8 menuju ke 9. Sehingga menurutnya hal tersebut merupakan perkembangan yang sangat signifikan.
"Memang kesadarannya ada perbaikan, pada saat masuk Glasgow coma scale (skala pengukur tingkat kesadaran manusia) itu waktu masuk sekitar empat dan sekarang sudah mencapai angka delapan atau sembilan. Artinya perkembangannya yang sangat signifikan dan ini terjadi dalam waktu 4-5 hari ini," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Fakta Pahit: Belanda Akui Kemerdekaan Indonesia tapi Ogah Kembalikan Utang Rp500 T
-
Harga Emas Hari Ini di Butik Antam dan Pegadaian, 17 Agustus Kompak Menguat!
-
HUT ke-81 RI, BRI Gelar Promo Belanja Hemat Pakai QRIS BRImo di Indomaret
-
5 Promo Minuman Matcha Spesial 17 Agustus 2026, Cukup Bayar Mulai Rp8 Ribuan
-
Ayahku Dibunuh Massa, Hari Ini Ia Tak Ikut Upacara Kemerdekaan
-
4 Wilayah Riau Masih Dikepung Karhutla, Manggala Agni Dikerahkan
-
Kenapa Pembawa Baki Bendera dan Paskibraka Ditentukan pada Hari H? Ini Alasannya
-
Main, Bertemu Satwa hingga Kulineran, Ini Cara Menikmati Seharian di Enchanting Valley
-
Hanya Gara-gara Rp10 Ribu! Eks Anggota DPRD Diduga Cekik dan Tampar Perempuan di Gym
-
Bukan Diculik, tapi Diamankan: Keluarga Djiauw Kie Siong Luruskan Kisah Rengasdengklok