Viral video tiga orang tenaga kesehatan (Nakes) membuat konten Tiktok yang memperlihatkan perbedaan pelayanan saat menerima pasien umum dan pasien BPJS lewat joget.
Dari video yang diunggah ulang oleh akun Twitter @rampoeng dari Tiktok @rintobelike2 terlihat tiga nakes yakni satu laki-laki dan dua orang perempuan menunjukkan reaksi berbeda saat menerima pasien dari dua kategori pasien BPJS dan pasien umum.
Dilihat sumber video tersebut memperlihatkan bahwa saat konten pasien umum datang, tiga nakes tersebut heboh berjoget.
Sedangkan saat konten menerima pasien BPJS masuk, tiga orang nakes itu tampak bermalas-malasan dan sibuk masing-masing. Hal tersebut membuat geram masyarakat dan menuai kontroversi.
"Lah. Bagaimana rakyat/pasien ga makin kesel ke nakes kalau begini? Makin susah dibilangin, makin susah pula dibelain ," kata dokter Andi Khomeni Takdir.
"Kek gini ko bisa jadi nakes," ucap akun @luc****.
"Parah banget," kata akun @myy****.
"Bisa dipecat gk ya orang kaya gini ? biar ngerasain sakit hati kaya kita sebagai pengguna BPJS diremehin banget," tutur akun @pha****.
Minta Maaf
Baca Juga: Terdampak Merapi Erupsi, Kunjungan Wisatawan ke Kaliurang Turun 40 Persen
Saat ditelusuri di akun TikTok @rintobelike2 video tersebut telah dihapus. Salah satu nakes yang merupakan pemilik akun tersebut tampak mengunggah video permintaan maaf dari ketiganya kepada masyarakat, Dinas Kesehatan Parigi Moutong, BPJS Kesehatan dan rekan sejawat tenaga kesehatan.
Terlihat tiga nakes tersebut menyampaikan permintaan maaf dengan didampingi seorang laki-laki.
Diketahui tiga nakes tersebut berasal dari Puskesmas Lambunu 2, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
"Kami staf puskesmas Lambunu 2 memohon maaf sebesar-besarnya kepada Kementerian Kesehatan RI, BPJS Kesehatan seluruh Indonesia, Persatuan Perawat Nasional seluruh Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, dan teman sejawat tenaga kesehatan seluruh Indonesia, khusususnya Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan Parigi Moutong dan masyarakat Indonesia yang dirugikan dengan video kami," ujar ketiga nakes dalam videonya yang dikutip Mamagini, Sabtu (18/3/2023).
Ketiga nakes tersebut mengaku tak membedakan-bedakan pelayanan bagi pasien umum dan BPJS.
"Yang sebenarnya pelayanan Puskesmas Lambunu 2 tidak membeda-bedakan pasien umum dan pasien BPJS. Sekali lagi kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas video kami," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Sentil Janji 19 Juta Lapangan Kerja Gibran, Siapa Otak Sinetron Para Pencari Tuhan?
-
Sah! Virgoun dan Lindi Fitriyana Resmi Jadi Suami Istri
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Sinopsis Doctor Shin, Debut Akting Baek Seo Ra di Drakor Thriller Medis
-
Anggota Komisi VI Kaget Tahu Impor Mobil India dari Media: Semestinya Dibahas Dulu di DPR
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Bye-bye Tiang Monorel! Rasuna Said Bakal Punya Trotoar Estetis dan Jalur Sepeda Modern
-
5 Kandidat Pemain Pria Terbaik di PSSI Awards 2026
-
5 Kelemahan Avanza yang Jarang Dibicarakan, Tenggelam oleh Reputasi Awet
-
Jateng Ribut Pajak Kendaraan Naik, Jabar Adem Ayem: Dedi Mulyadi Justru Turunkan Tarif