/
Minggu, 14 Mei 2023 | 15:06 WIB
Cek Fakta: Sebut Nama Jokowi, Andi Pangerang yang Ancam Warga Muhammadiyah Ternyata Pesanan Istana, Benarkah? (Thumbnail YouTube)

Beredar kabar yang menarasikan bahwa Andi Pangerang, sosok yang sempat heboh karena mengancam akan bunuh warga Muhammadiyah merupakan pesanan dari Istana. Bahkan, nama Jokowi dinarasikan ikut terseret dalam kasus tersebut.

Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 239 ribu pengikut bernama LIDAH RAKYAT melalui sebuah video yang diunggah pada 13 Mei 2023.

"Sebut Nama JokowiPengancam Bunvh Warga Muhammadiyah Ternyata Pesanan Istana, Ini MotifnyaViral~" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Minggu (14/5/2023).

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:

"JOKOWI TERSERET, TERANCAM BUI
PENGANCAM BUNUH WARGA MUHAMMADIYYAH PESANAN ISTANA, INI MOTIFNYA"

Namun begitu, apakah benar Andi Pangerang merupakan pesanan Istana dan Jokowi terlibat dalam kasus pengancaman tersebut?

Penjelasan

Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Andi Pangerang yang merupakan pesanan Istana.

Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa nama Jokowi turut terseret dalam kasus tersebut.

Baca Juga: Live Video dengan Kipas Angin saat Ultah, Tingkah Anak Tasya Kamila Bikin Gemas

Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan  Andi Pangerang merupakan pesanan Istana dan Jokowi terlibat dalam kasus pengancaman tersebut.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim dengan narasi Andi Pangerang pesanan Istana dan Jokowi terlibat dalam kasus pengancaman warga Muhammadiyah merupakan klaim yang salah.

Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More