Polusi udara di Jakarta dan kota-kota di sekitarnya tengah menjadi perhatian lantaran terus menunjukkan perburukan belakangan ini. Bahkan, disebut-sebut bahwa pencemaran udara di ibu kota selama dua minggu terakhir merupakan salah satu yang terburuk di dunia.
Sejumlah langkah pun diambil pemerintah untuk mengatasi polusi udara di ibu kota. Salah satunya yang dikemukakan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritimiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, adalah dengan memperketat pembelian kendaraan berbasis Bahan Bakar Minyak (BBM).
Menko Luhut mengatakan bahwa hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam mempercepat kendaraan listrik. Dan diharapkan, pembatasan ini akan berdampak pada perbaikan kualitas udara di Jakarta dan sekaligus untuk kesehatan.
"Kami juga secara bertahap akan mulai mempersulit ya, (dalam) tanda kutip, mobil-mobil combustion sehingga dengan demikian, air quality Jakarta bisa lebih baik. Sehingga keluarga kita akan mendapat air quality seperti mungkin di negara tetangga kita," ujarnya dalam Peluncuran Battery Assets Management Services Indonesia Battery Corporation (IBC), di Kemenko Marves, Jakarta, Senin (12/6/2023), dikutip dari akun Instagram @pandemictalks.
Lebih lanjut, Menko Luhut menambahkan bahwa pembatasan ini juga diharapkan dapat mendorong pembelian mobil listrik ke depannya.
Meski demikian, rencana ini mendapat kritik tajam dari warganet. Banyak yang menyebut bahwa pembatasan kendaraan BBM bukanlah solusi untuk mengatasi polusi udara.
"Sama bae listrik pake energi. Moga-moga bisa dipertimbangkan efektifitas kerja kaya yang bisa kerja di rumah ya di rumah aja gitu, kan polusi kendaraan berkurang. Inget zaman pandemi pas WFH sering banget liat langit biru, kelihatan gunung, bahkan bisa lihat pelangi. Beda banget sama sekarang, keluar komplek aja udah batuk-batuk," komentar warganet.
"Kenapa sih diskusinya selalu ke arah kendaraan listrik? Kenapa gak bikin kebijakan yang bisa bikin kendaraan umum populer lagi?" kritik warganet lain.
"Kok terkesan maksa banget belakangan ini tentang penggunaaan mobil listrik? Pakai mobil listrik itu kalau rata-rata warga negara telah siap, namun kenyataannya kan belum siap. Listrik kita saja masih bertumpu pada batubara. Terus saat beli mobil listrik, tagihan listriknya rakyat juga kan yang bayar? Apakah negara ini hanya untuk orang kaya, Pak?" protes salah seorang warganet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Umuh Muchtar Beri Wejangan, Minta Persib Bandung Tak Remehkan Persebaya Surabaya
-
Syuting dari Pagi Hingga Pagi Lagi, Naysilla Mirdad Ungkap Kerasnya Dunia Stripping
-
Hugo Ekitike: Sejujurnya, Saya Bisa Cetak Lebih Banyak Gol
-
Puji Lamine Yamal, Hansi Flick: Semua Orang Tahu Kualitasnya
-
Arne Slot Puas Liverpool Hajar West Ham, tapi Bukan Performa Terbaik Musim Ini
-
Hasil Akhir: Gol Telat Roman Paparyha Bawa Persis Solo Menang Dramatis
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Jadwal Imsak Jakarta 2 Maret 2026: Waktu Sahur, Sholat & Doa Puasa Ramadan
-
Jadwal Imsak Bandar Lampung 2 Maret 2026 Lengkap dengan Niat Puasa Ramadan
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas