Ketika Jepang dan Korea Selatan tengah berusaha meningkatkan jumlah penduduknya dengan iming-iming memberi uang kepada pasangan yang mau menikah dan punya anak, India justru berkutat dengan ledakan jumlah penduduk.
Dengan jumlah penduduk hampir 1,5 miliar jiwa dan merupakan yang terbanyak kedua di dunia setelah China, negara ini tengah mengalami fenomena pengangguran ekstrem.
Dikutip dari akun Instagram @bisnismillenial, bahkan ada lulusan S2 di India yang terpaksa jadi tukang sapu jalanan.
Adalah Sunil Kumar, lulusan S2 di India yang kini sedang mengejar gelar S3. Berharap bisa mendapat pekerjaan bergengsi karena pendidikannya, ia malah menghabiskan 5 tahun terakhir sebagai tukang sapu jalanan di desanya.
Selain menjadi tukang sapu jalanan, Sunil juga bekerja sebagai guru les yang penghasilannya sekitar Rp 1,2 juta per bulan.
Fenomena pengangguran ekstrem di India ini ternyata menarik perhatian warganet Indonesia. Pasalnya, meski memiliki jumlah penduduk yanh tak sebanyak India, masyarakat Indonesia pun mengalami hal yang mirip dengan yang dialami masyarakat di India, yaitu sulitnya mencari kerja.
"Jangankan India, Indonesia juga punya masalah yang sama, penduduknya bertambah 4-5 juta per tahun," komentar salah satu warganet.
"Udahlah, SDM jangan diperbanyak lagi . Yang udah-udah aja nyari duit pada susah. Jadi udah kaga ada kata banyak anak banyak rezeki," kata warganet lainnya.
Baca Juga: Sambut Jakarta Fair Kemayoran 2023, PT Wahana Makmur Sejati Siapkan Promo dan Diskon Super Seru
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Prabowo Sebut Warga Desa Gak Pakai Dolar: Benarkah Aman dari Dampak Rupiah Melemah?
-
30 Kode Redeem FF Terbaru 17 Mei 2026: Event Lucky Shop Tiba, Rebut Skin MP40 Cobra
-
Harga Emas di Pegadaian Kompak Anjlok, Ini Daftar Lengkapnya
-
Buat Kaget! Barbara Palvin dan Dylan Sprouse Pamer 'Baby Bump' di Cannes
-
5 Skincare Wardah untuk Kurangi Kerutan Usia 50 Tahun, Wajah Kembali Kencang
-
Viral Pedofil WN Jepang di Indonesia: Lecehkan WNI, Sebarkan Penyakit Menular Seksual
-
Mental Inlander dan Luka Panjang Kolonialisme dalam Buku Max Havelaar
-
Tentang Dolar dan Orang Desa: Meluruskan Logika Pidato Presiden di Nganjuk
-
Dari Floral hingga Gourmand, Ini 5 Parfum Wanita yang Cocok untuk Kencan
-
IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor