Beredar kabar yang menarasikan bahwa terdapat dua orang yang dijerat hukuman mati karena mengancam Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 816 ribu pengikut bernama POLITIK NUSANTARA melalui sebuah video yang diunggah pada 19 Juni 2023.
"HEBOH !! PENGANCAM JOKOWI DI JERAT HUKUMAN MATI,TAK MAU MATI SIA-SIA,2 ORANG INI TUNJUK DALANG UTAMA" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Senin (19/6/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar thumbnail yang telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"ADA YANG PANIK KETAKUTAN
PENGANCAM JOKOWI DI JERAT HUKUMAN MATI
TAK MAU MATI SIA-SIA ORANG INI TUNJUK DALANG UTAMA"
Namun begitu, apakah benar terdapat dua orang yang dijerat hukuman mati karena mengancam Jokowi?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait dua orang yang dijerat hukuman mati karena mengancam Jokowi.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa terdapat dua orang dijerat hukuman mati karena mengancam Jokowi.
Baca Juga: Profil Perusahaan InJourney, BUMN Diduga Rugi Kelola Sirkuit Mandalika
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada bukti atau pun berita kredibel yang menyatakan dua orang dijerat hukuman mati karena mengancam Jokowi.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan adanya 'dua orang dijerat hukuman mati karena mengancam Jokowi' merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
Dikunjungi Kaisar dan Permasuri Jepang, Jokowi: Memperkokoh Pondasi Persahabatan RI-Jepang
-
SATRIA-1 Berhasil Meluncur ke Angkasa, Jokowi Sampai Unggah Videonya ke Medsos
-
Bukan Something Special, Momen Makan Siang Jokowi-Prabowo di Bogor Dianggap Istana Hal Biasa
-
Yakin Hatinya Tetap ke Ganjar, PDIP Ogah Cemburu Prabowo Pamer Makan Siang Bareng Jokowi
-
Jokowi Terbitkan Perpres Kejar Swasembada Gula Nasional
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
-
Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia
-
Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja