/
Rabu, 21 Juni 2023 | 23:23 WIB
Siswi SMP di Jepang Kompak Tutupi Teman Muslimnya yang Pingsan dan Hijabnya Dibuka ((Instagram))

Di Jepang, umat Islam adalah kaum minoritas. Meski begitu, masyarakat Jepang ternyata sangat menghormati kaum minoritas ini.

Sebuah peristiwa mengharukan dialami seorang warganet di Jepang, yang membuktikan betapa tingginya tingkat toleransi masyarakat Jepang terhadap mereka yang berbeda agama.

Akun Instagram @tamu.lj mengunggah video ketika putrinya yang berhijab dan sekolah di SMP di Jepang pingsan saat sedang berolahraga.

"Hari ini baru pertama kali saya melihat toleransi orang Jepang yang mengharukan terhadap Islam," tulis si pemilik akun dalam caption videonya.

"Hari ini adalah hari festival olahraga di sekolah SMP. Anak kami Ria sekolah pakai hijab dan guru-gurunya pun tahu kalau Ria nggak mau dibuka hijabnya," tulisnya lagi.

Menurut si pemilik akun, saat itu cuaca sedang sangat panas. Dan ketika sedang perlombaan lompat tali, putrinya yang bernama Ria kelelahan dan pingsan. 

"Dan di sini para guru harus buka hijab supaya udara masuk. Tapi tindakan guru dan siswi yang bikin saya terharu," tulisnya.

Putrinya langsung ditolong oleh wali kelasnya. Dan untuk kepentingan pengobatan, sang guru pun harus membuka hijab Ria sebentar.

Tak disangka, saat gurunya hendak membuka hijab, teman-teman Ria secara kompak langsung mengelilingi Ria membentuk 'benteng' supaya Ria tak kelihatan. 

Baca Juga: Tinggalkan Chelsea, Kalidou Koulibaly Merapat ke Al Hilal

"Guru dan teman-teman Ria yang cewek secara serempak mengelilingi Ria supaya tidak kelihatan ketika hijabnya dibuka sejenak," tulis si pemilik akun.

Video tersebut langsung menjai viral di media sosial dan diunggah di berbagai akun media sosial lainnya, termasuk @folkshitt. Ratusan komentar pun berdatangan dari warganet, yang semuanya memuji toleransi masyarakat Jepang.

"Lihat begini aja dada rasanya hangat. Saya yakin beginilah maksud Tuhan menciptakan kita beragam, bukan utk merasa 'paling', tapi justru untuk bisa 'saling'," tulis salah satu warganet. 

"Kalo denger berita warga Jepang bakal punah, suka nyesek sih. Orang-orang kayak gini ga ada penerusnya," warganet lain menyayangkan.

"Attitude dan sopan santun di atas segalanya di sana," komentara yang lain.

Load More