- Dino Patti Djalal mengimbau Presiden Prabowo Subianto mengurangi frekuensi kunjungan luar negeri karena alasan biaya yang sangat besar.
- Habiburokhman di Kompleks Parlemen Jakarta menegaskan tidak akan memberikan perlakuan khusus atau pertemuan formal untuk menanggapi saran tersebut.
- Habiburokhman menyatakan semua warga negara berhak mengkritik, namun ia khawatir pernyataan Dino dianggap sebagai serangan politik yang membabi buta.
Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan tidak akan ada perlakuan khusus atau upaya menggelar pertemuan formal dengan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal.
Hal ini disampaikan sebagai respons atas saran Dino agar Presiden Prabowo Subianto mengurangi kunjungan kerja ke luar negeri.
Habiburokhman menilai Dino Patti Djalal sama seperti warga negara lainnya dalam menyampaikan aspirasi, sehingga tidak perlu ada agenda khusus untuk menanggapi saran tersebut secara personal.
"Oh, saya pikir nggak ada yang istimewanya juga Pak Dino ya. Semua orang sama, warga negara ya. Yang mau mengkritik silakan ya, apakah terbuka atau tertutup," ujar Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Habiburokhman juga menanggapi pertanyaan mengenai apakah pernyataan Dino tersebut merupakan kritik yang membangun atau sekadar ejekan.
Ia mengaku khawatir publik akan melihat pernyataan Dino sebagai bentuk serangan yang tidak berdasar.
"Saya khawatir akan ada yang mendefinisikan itu lebih sebagai serangan politik membabi buta dan olok-olok politik. Ya silakan saja nanti dia jawab seperti apa sebenarnya," tegasnya.
Meski menghargai hak berpendapat dalam negara demokrasi, Habiburokhman merasa perlu memberikan respons sebagai penyeimbang opini.
Ia menekankan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mengkritik, namun dirinya juga memiliki hak untuk menyampaikan pandangannya mengenai sosok yang melontarkan kritik tersebut.
Baca Juga: Habiburokhman Sentil Dino Patti Djalal: Jangan Sok Paling Tahu Diplomasi
"Habiburokhman ini harus juga menyampaikan pendapatnya soal Pak Dino ini, ya. Nggak perlu ada treatment khusus terhadap beliau. Silakan saja dan bagaimana warga negara lainnya yang mengkritik juga kita persilakan," imbuhnya.
Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, mengimbau Presiden Prabowo Subianto untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal tersebut.
Imbauan itu disampaikan Dino melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Sebagai sahabat lama Prabowo, serta mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia, Dino merasa perlu menyampaikan pernyataan tersebut.
Dino mengatakan, berdasarkan perhitungannya, dari seluruh pemimpin dunia, Prabowo menjadi salah satu kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri sejak menjabat sebagai presiden.
"Semenjak menjabat menjadi Presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri. Dan tidak heran kalau ada yang beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran. Dan sangat tidak mungkin dalam 18 bulan ke depan Presiden Prabowo terus melakukan kunjungan internasional dalam frekuensi yang sama tinggi," tutur Dino.
Dino mengingatkan bahwa kunjungan kepala negara ke luar negeri memerlukan biaya besar, bahkan sangat besar.
Biaya tersebut mencakup rombongan tim pendahulu, pesawat, hotel, logistik, konsumsi, protokoler dan pengamanan, uang harian seluruh delegasi serta perangkat pendamping, hingga berbagai kebutuhan lainnya.
Berita Terkait
-
Habiburokhman Sentil Dino Patti Djalal: Jangan Sok Paling Tahu Diplomasi
-
Riwayat Pendidikan Dino Patti Djalal yang Kritik Kunker Prabowo ke Luar Negeri
-
Disindir Seskab Teddy Sebagai 'Wamenlu Hanya 3 Bulan', Ini Rekam Jejak Karir Dino Patti Djalal
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Profil Dino Patti Djalal yang Kritik Prabowo Soal Kunker ke Luar Negeri
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Dua Mahasiswa Indonesia Bawa Isu Kesehatan Mental Lewat Sepak Bola ke Markas PBB
-
Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
-
Pengacara Don Ritto: Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Milik Pengusaha Bidang Dakwah
-
Tolak Laporan 'Amplop' Bupati Kuansing, KPK Segera Panggil Menhut Raja Juli
-
Rilis Forever July, Sunmi Bandingkan Sensasi Jatuh Cinta bak Hujan Deras
-
Bukan Destinasi Wisata! Pesona Mematikan Gunung Anak Krakatau yang Terlarang Bagi Wisatawan
-
Lowongan Kerja BRI Terbaru Juli 2026 untuk Lulusan D3 dan S1, Ini Link Daftarnya
-
4 Rekomendasi Pelembap Wajah yang Tidak Lengket, Kulit Kenyal dan Terhidrasi
-
Mitsubishi New Xforce Resmi Meluncur, Pakai Hybrid Generasi Terbaru
-
Madura United Datangkan Bek Tengah Vava Mario Yagalo, Siap Perkuat Lini Belakang