/
Sabtu, 01 Juli 2023 | 17:05 WIB
panji Gumilang [instagram]

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang menguak sumber dana sekolah itu yang berasal dari bantuan pemerintah.

Ia menyebut menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Kementerian Agama mencapai Rp4 miliar karena santrinya banyak terhitung hingga lebih dari 5 ribu orang.

Dana bantuan itu sudah diterima selama belasan tahun. Namun, dana tersebut bukan satu-satunya sumber untuk menjalankan pesantrennya.

"Kami sudah menerima Rp55 miliar selama 15 tahun. Kalau kita tidak pandai-pandai, mengandalkan BOS terus (2,74 persen dari total kebutuhan), bangkrut. Keperluan setahun hampir Rp120 miliar" ujar Panji Gumilang di tayangan Kick Andy Metro TV, dikutip Suara Liberte pada Jumat (30/6/2023).

Panji Gumilang terang-terangan menjelaskan dana tersebut karena ia dituding menerima dana dari organisasi terlarang Negara Islam Indonesia (NII).

Ia mengatakan dirinya mengikuti mazhab ekonomi ala Presiden pertama RI yaitu Soekarno dengan tidak memanggil investor asing.

"Bung Karno dulu mengatakan, kalau kita sudah merdeka, jangan kita memanggil investor asing dan menanam modal di tanah kita. Lebih baik kita berutang dan kita bayar. Asyik. Kita mandiri. Saya pegang. Jadi mazhab bukan agama, tapi cara Bung Karno," jelas Panji.

Diberitakan sebelumnya, Pondok Pesantren Al Zaytun yang dibangun oleh Panji Gumilang dituduh mengajarkan ajaran sesat. Selain itu juga dituduh terafiliasi dengan Negara Islam Indonesia atau NII yang sudah dilarang oleh pemerintah Republik Indonesia.

Akibatnya, baru-baru ini di demo warga setempat. Menjawab pertanyaan itu dalam satu siaran di Metro TV, Panji Gumilang justru memberikan pertanyaan kembali kepada sang pembawa acara supaya dia menyimpulkan siapa yang memberikan stigma bahwa Al Zaytun mengajarkan tentang ajaran sesat.

Baca Juga: 3 Film Thriller Kim Rae Won, Bintang Utama di Drama Korea The First Responders 2

Load More