Suara.com - Polemik yang kini dihadapi oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun tak lepas dari masalah pembiayaan ponpes yang diklaim sebagai ponpes termegah di Asia Tenggara ini.
Isu soal biaya sekolah Al Zaytun yang mencapai Rp 50 juta ini pun seolah dibenarkan lewat pernyataan pimpinan Al Zaytun, Panji Gumilang. Hal ini pun sempat disampaikan oleh Panji dalam keterangannya yang viral media sosial.
"Kalau soal dana Al Zaytun itu sebenarnya tak sampai triliunan. Hanya sekitar Rp595,2 miliar," ujar Panji Gumilang dalam keterangannya dalam video TikTok yang viral.
Nilai dana fantastis pun menjadi pertanyaan masyarakat banyak, terlebih lagi pesantren ini hanya memiliki sekitar 7.000 orang santri.
Banyak pihak yang menebak dari mana Al Zaytun mendapatkan suntikan dana sebesar itu. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun mengungkap akan fokus menangani polemik Al Zaytun ini.
Tak hanya itu, gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini pun mengungkap dari mana dana yang didapatkan oleh Al Zaytun.
"Tim investigasi yang kami bentuk menemukan fakta bahwa terdapat aliran dana dalam jumlah miliaran rupiah yang disalurkan dari Kementerian Agama kepada pihak Pondok Pesantren Al-Zaytun," ungkap Kang Emil saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (21/06/2023) lalu.
Tak hanya itu, tim investigasi yang dibentuk dari berbagai elemen sepeeti aprat kepolisian, TNI, serta pihak kejaksaan tersebut masih harus melakukan penyelidikan lebih lanjut karena aliran dana ini masih belum jelas tujuannya. Desakan dari masyarakat untuk segera melakukan pembubaran terhadap Ponpes Al Zaytun ini juga direspon oleh Kang Emil.
"Untuk pembubaran di tingkat Madrasah memang hanya dapat dilakukan oleh Kementerian Agama karena mereka lah yang kasih izin. Jelas ini jadi wewenang Kemenag yang berfokus pada pendidikan tingkat diniyah, aliyah, dan lain sebagainya," jelas Kang Emil.
Isu lain yang mencuat adalah adanya dugaan aliran dana dari Al Zaytun ke para jenderal yang sudah berkuasa sejak zaman orde baru. Hal ini pun sempat diungkap oleh pengamat terorisme, Al Chaidar.
"Jadi aliran dana yang ada itu untuk memperkaya diri sendiri (para pimpinan Al Zaytun) saja dan beberapa jenderal-jenderal yang mendukung keberadaan dia. Ya, (penerima dana itu) pejabat-pejabat di Orba dulu sampai sekarang. Jelas masih ada, bahkan sampai 90 persen masuk kantong jenderal jenderal tersebut," ungkap Al Chaidar dalam keterangannya pada Rabu, (21/06/2023) lalu.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Penuh Ajaran Sesat, FPI Tegas Bakar Ponpes Al Zaytun hingga Ludes
-
Periksa Panji Gumilang Senin Depan, Bareskrim: Kalau Tak Hadir, Kemungkinan Dirtipidum Akan Lakukan Gelar Perkara
-
Deretan Temuan MUI soal Al Zaytun, Undangan ke Panji Gumilang Ditolak!
-
Ini Pembelaan Panji Gumilang Saat Ponpes Al Zaytun Disebut Sesat: Hak Asasi Manusia Jalankan Ibadah
-
Mabes Polri Panggil Panji Gumilang Senin Depan, Buntut Kasus Ponpes Al Zaytun
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru