/
Selasa, 04 Juli 2023 | 12:20 WIB
CEK FAKTA: Moeldoko Ditangkap karena Terlibat Kasus Panji Gumilang Al Zaytun, Benarkah? (Thumbnail YouTube)

Beredar kabar yang menarasikan bahwa Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko bersama lima jenderal lainnya ditangkap karena terbukti terlibat dalam kasus Panji Gumilang Al Zaytun.

Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 343 ribu pengikut bernama RUANG INDONESIA melalui sebuah video yang diunggah pada 2 Juli 2023.

"MOELDOKO BERSAMA 5 JENDRAL DI TANGKAP !! TERBUKTI TERLIBAT KASUS PANJI AL ZAYTUN" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Selasa (4/7/2023).

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:

"MOELDOKO BERSAMA 5 JENDRAL DI TANGKAP
TERBUKTI IKUT TERLIBAT DI KASUS PANJI AL ZAYTUN"

Namun begitu, apakah benar Moeldoko bersama lima jenderal lainnya ditangkap karena terbukti terlibat dalam kasus Panji Gumilang Al Zaytun?

Penjelasan

Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Moeldoko bersama lima jenderal lainnya yang ditangkap karena terbukti terlibat dalam kasus Panji Gumilang Al Zaytun.

Unggahan tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Moeldoko terbukti terlibat dalam kasus Panji Gumilang Al Zaytun.

Baca Juga: Perubahan Aturan Offside: Keuntungan dan Kerugian yang Akan Didapatkan

Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada bukti atau pun berita kredibel yang menyatakan bahwa Moeldoko bersama lima jenderal lainnya ditangkap karena terlibat dalam kasus Panji Gumilang Al Zaytun.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan 'MOELDOKO BERSAMA 5 JENDRAL DI TANGKAP. TERBUKTI IKUT TERLIBAT DI KASUS PANJI AL ZAYTUN' merupakan klaim yang salah.

Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More