/
Rabu, 19 Juli 2023 | 23:31 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. [Tangkapan Layar Youtube/StranasPK Official]

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut penurunan angka penindakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan bukti kuatnya sistem pencegahan korupsi.

Hal ini dikatakan Luhut usai menghadiri Bincang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) di Gedung Merah Putih KPK.

"Penurunan penindakan menunjukkan sistemnya semakin baik, orang tidak bisa melakukan korupsi atau pencurian, hal ini tentu bagus," ujar Luhut yang dikutip Mamagini.Suara.com dari Antara, Rabu (19/7/2023).

Terkait hanya terdapat tiga operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK sepanjang tahun 2023, kata Luhut hal tersebut menunjukkan bahwa sistem pencegahan korupsi semakin kuat dan kokoh.

"Jika tidak ada OTT, itu justru lebih baik. Itu artinya upaya pencegahan sudah lebih baik," papar dia.

Luhut menegaskan bahwa OTT seharusnya bukan menjadi kebanggaan, karena menandakan adanya potensi celah korupsi.

Namun, ia menyoroti bahwa hal yang sering luput dari perhatian publik adalah besarnya anggaran yang dapat dihemat dan diselamatkan berkat sistem pencegahan yang dijalankan oleh KPK.

"Lihatlah penghematan yang berhasil dicapai, pajak naik hingga 47 persen. KPK terlibat dalam mengaudit semuanya, hitunglah berapa ratus triliun yang berhasil dihemat," ucap Luhut.

"Ini bukan hasil kerja kantor saya sendiri, saya hanya mengkoordinasikan semuanya, termasuk KPK dalam hal ini," tandasnya.

Baca Juga: Lepas dari Persib, Isu Luis Milla ke Bali United Menguat karena Ini

Load More