Perhelatan Piala Dunia U-17 yang rencananya akan digelar di tanah air sudah kian dekat.
Pelatih tim nasional U-17, Bima Sakti mengatakan setelah rampung melakukan seleksi, tim asuhannya dapat melakukan uji coba latihan bersama tim Barcelona dan timnas Jepang di Bali pada awal Agustus mendatang.
Setelah itu, lanjut Bima, timnas U-17 akan diboyong ke Jerman pada September.
Di sana, para pemain diaspora akan menjalani pemusatan latihan sekaligus diagendakan bermain melawan beberapa tim junior Liga Jerman.
"Mereka (tim dari Jerman) rencananya akan mengatur dan meng-arrange selama kami di sana. Ya mungkin kami akan melawan tim-tim Liga Jerman di sana, yang usianya sama dengan mereka (para pemain timnas U-27)," kata Bima, mengutip Antara Kamis (20/7/2023).
Adapun saat ini, dirinya masih akan memanggil sejumlah pemain diaspora untuk memperkuat tim nasional U-17, yang dipersiapkan untuk berkompetisi di Piala Dunia U-17 pada November mendatang.
Terdapat enam orang pemain diaspora atau keturunan Indonesia dalam skuad yang diasuh oleh Bima saat ini.
Meski demikian, dirinya masih membuka peluang untuk mendatangkan pemain keturunan lainnya maupun mencoret pemain keturunan yang telah masuk dalam tim saat ini.
"Nanti kami komunikasi dulu dengan orang tuanya, kami minta videonya. Kan tidak mungkin pindah ke satu negara ke negara lain. Kami mau lihat videonya, itu harus benar-benar diamati sesuai kebutuhan kami, dan benar-benar kualitasnya di atas pemain yang ada di sini," kata Bima.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo pernah menyatakan bahwa institusinya telah melakukan pendataan terhadap para pemain diaspora, sebanyak 30 orang yang nama-namaya telah disodorkan ke PSSI.
Tag
Berita Terkait
-
Dihelat Besar-besaran, Seleksi Timnas Indonesia U-17 Cuma Buat Cari Pelengkap Squad
-
Cara Bima Sakti Menilai Layak Atau Tidaknya Pemain Diaspora Dipanggil TC TImnas Indonesia U-17
-
Welber Jardim Belum Gabung TC Timnas Indonesia U-17, Sang Ayah Senggol PSSI
-
Ditandai Menpora! Ini Track Record Gabriel Han Wilhoft-King Pemain Berdarah Indonesia yang Berkiprah di Tottenham Hotspur
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
-
Geger Penemuan Granat Nanas Aktif di Rumah Purnawirawan TNI Blitar
-
AMD EPYC Bikin Server Gaming Makin Kencang, Shockbyte Pangkas Konsumsi Listrik 30 Persen
-
Bukan Dongeng Biasa: Sisi Gelap dan Brutal di Balik Keimutan Dongeng Kucing
-
Lian, Ombak, dan Luka yang Disembunyikan: Review Jujur Novel Ingatan Ikan-Ikan
-
QRIS Sumsel Tembus Rp14 Triliun, BI Jadikan Pariwisata dan UMKM Motor Ekonomi Digital
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Modus Rayuan dan Uang Jajan, Paman di Lampung Tengah Rudapaksa Keponakan Sendiri
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas