/
Selasa, 08 Agustus 2023 | 16:36 WIB
Penyerang Timnas Indonesia, Rafael Struick. (Instagram)

Rafael Struick, seorang pemain dari Timnas Indonesia, berbagi pengalaman kepada media Belanda yang mengindikasikan perubahan besar dalam kehidupannya setelah bergabung dengan Timnas Indonesia dalam pertandingan melawan Argentina.

Nama Rafael Struick menjadi pusat perhatian para penggemar sepak bola Indonesia. Ini karena penampilannya yang mengesankan saat melakukan debut bersama Timnas Indonesia pada FIFA Matchday di bulan Juni 2023.

Debut ini dimulai dalam pertandingan melawan Palestina dan berlanjut dalam pertandingan melawan Argentina. Namun, setelah pertandingan melawan Argentina, pemain penyerang berusia 20 tahun ini mengalami perubahan signifikan dalam kehidupannya.

Sebelumnya, saat ia dan ayahnya pergi ke pusat perbelanjaan, ia tidak mendapat perhatian khusus dari para penggemar. Namun, hal itu berubah setelah penampilannya melawan Argentina.

"Kami ingin pergi ke pusat perbelanjaan, tapi saya tidak bisa melakukannya. Saat pertama kali saya tiba di bandara, orang-orang jarang mengenal saya. Namun, itu semua berubah setelah saya bermain melawan Argentina. Lalu, semuanya menjadi gila," ungkap Struick dalam wawancara dengan Omroep West.

"Namun, semua tanggapan orang sangat positif. Saya tidak pernah menerima pesan negatif. Mungkin itulah cara masyarakat Indonesia menunjukkannya. Saya dengan cepat merasa diterima dengan baik."

Bahkan, popularitasnya di Indonesia telah memengaruhi reputasinya di Belanda. Ketika ia pertama kali bergabung dengan ADO Den Haag untuk persiapan musim 2023/24, rekan-rekannya di tim bercanda dengan memanggilnya "superstar."

"Saat saya datang untuk latihan pertama, mereka tiba-tiba memanggil saya 'superstar'. Mereka terus melakukannya, bahkan saat kita berpapasan di koridor," kata Struick sambil tersenyum.

Meskipun demikian, Struick masih dapat menjalani kehidupan yang tenang di Den Haag, karena ia tidak begitu dikenal oleh masyarakat di sana. Bagi Struick, ini membantunya untuk tetap fokus pada karirnya.

Baca Juga: Tetangga Alami Kekeringan, Rumah Ini Jadi Satu-Satunya yang Diguyur Hujan

"Keadaan anonim di Den Haag memberi saya alasan untuk terus bekerja keras. Saya dapat menjadi diri sendiri. Sebenarnya, saya lebih suka tidak dikenali dengan cepat di sini," tambah Struick.

Load More