/
Selasa, 15 Agustus 2023 | 12:03 WIB
Ponaryo Astaman saat masih aktif bermain. (Instagram)

Bakat-bakat muda sepak bola Indonesia menawarkan potensi besar untuk dieksplorasi lebih lanjut. Prestasi munculnya talenta-talenta muda ini merupakan hasil dari usaha dan pengembangan yang berhasil dan tepat oleh setiap klub yang berkompetisi di BRI Liga 1.

Keberhasilan timnas sepak bola Indonesia dalam meraih medali emas di SEA Games ke-32 di Kamboja adalah bukti dari suksesnya pengembangan talenta-talenta muda sepak bola dalam negeri. BRI, yang menjadi sponsor utama BRI Liga 1 2023-2024, juga berharap bahwa iklim kompetisi sepak bola yang kondusif dapat menghasilkan pemain muda yang berbakat.

Pernyataan tersebut datang dari Direktur Utama BRI, Sunarso, yang mengungkapkan bahwa melalui penyelenggaraan BRI Liga 1, diharapkan kompetisi ini akan menjadi tempat lahirnya pemain-pemain bintang kelas dunia.

"Yang perlu saya soroti adalah bagaimana turnamen ini terus menjadi tempat bagi para pemain untuk mengembangkan potensi terbaik mereka. BRI Liga 1 adalah bentuk komitmen kami dalam mendukung prestasi para pemain sepak bola Indonesia," ujar Sunarso dikutip dari halaman resmi PSSI.

Salah satu klub di BRI Liga 1 yang berhasil menciptakan pemain-pemain muda berbakat untuk timnas Indonesia adalah Borneo FC. Ini terlihat dari kontribusi tiga pemain Borneo FC yang menjadi tulang punggung Indonesia saat meraih medali emas pada SEA Games 2023 di Kamboja, yaitu Fajar Fathur Rahman, Komang Teguh Trisnanda, dan Muhammad Taufany Muslihuddin.

Direktur Utama Borneo FC, Ponaryo Astaman, mengungkapkan kunci keberhasilan dalam mengembangkan pemain berpotensi hingga ke level nasional. Salah satunya adalah melaksanakan seleksi terbuka yang mencakup pemain muda dari seluruh Indonesia, bukan hanya dari Kalimantan Timur.

"Seleksinya adalah kombinasi dari tingkat nasional dan Kalimantan Timur. Meskipun lebih fokus pada Kalimantan Timur, kami tetap membuka peluang untuk melihat pemain berbakat dari daerah lain," ucap mantan pemain timnas Indonesia pada era 2000-an tersebut.

Borneo FC juga memiliki rencana untuk terus mengembangkan tradisi menciptakan pemain muda berbakat yang dapat menjadi penerus tim senior dan timnas Indonesia, tidak hanya hingga SEA Games 2023. Pendekatan yang diterapkan oleh Borneo dapat menjadi panduan bagi klub-klub lain yang berpartisipasi dalam BRI Liga 1.

Tak berbeda jauh, klub lain yang juga menekankan pengembangan pemain muda adalah Persija Jakarta. Melalui akademi klub, Persija telah mengorbitkan pemain-pemain seperti Rio Fahmi, Alfriyanto Nico, Cahya Supriadi, Muhammad Ferrari, dan Rayhan Hannan. Para pemain muda tersebut mulai mendapatkan kesempatan di tim utama yang turut berkompetisi di BRI Liga 1 2023-2024.

Baca Juga: 6 Fakta Natalie Portman, Perempuan Paling Cantik Versi Ariel Noah

Selain itu, ada juga contoh Teuku Razza Fachrezi Aziz, pemain Persija yang pindah ke klub Spanyol, Rayo Vallecano B. Razza juga sempat bermain beberapa kali dengan tim utama Persija setelah mengalami proses pembinaan di akademi.

Razza berharap dapat mengembangkan kemampuannya sebagai pesepak bola di Eropa. Baginya, peran Persija sangat besar karena melalui akademinya, ia dapat bermain setiap minggu dalam uji coba dan turnamen.

Dengan cara ini, ia beberapa kali dipanggil untuk berlatih dan bermain bersama tim utama Persija. "Peran Persija sangat signifikan dalam perkembangan saya, saya berkembang bersama klub dan mereka mendukung karier saya," ujar Razza.

Pendekatan ini, yang mengoptimalkan dan memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk bermain dalam kompetisi BRI Liga 1, merupakan langkah yang diambil untuk menghasilkan pemain-pemain berbakat. Borneo FC dan Persija Jakarta berani memberi kesempatan kepada pemain-pemain muda ini untuk bermain dalam tim utama klub.

Load More