/
Jum'at, 18 Agustus 2023 | 20:48 WIB
Ilustrasi KPK ; Ilustrasi Gedung Merah Putih KPK ; Komisi Pemberantasan Korupsi lustrasi gedung kpk (Suara.com/Alfian Winanto)

Sebuah akun YouTube bernama PINTER POLITIK membuat sebuah unggahan dengan narasi hoaks yang menyatakan bahwa gedung KPK hampir dibakar massa yang mendesak Anies Baswedan ditangkap.

Unggahan dengan muatan narasi tidak benar itu diunggah oleh akun YouTube PINTER POLITIK pada Kamis (17/8/23).

Unggahan dengan judul hoaks berupa narasi "gedung KPK hampir di bakar !! mendesak Anies ditangkap atau bubarkan KPK buntut kasus formula e" itu telah ditonton oleh 9,1 ribu kali oleh netizen.

Selain judul bermuatan narasi yang tidak benar, unggahan tersebut juga menggunakan thumbnail berupa gambar telah direkayasa dengan narasi hoaks sebagai berikut: "BERITA TERKINI GEDUNG KPK DI KEPUNG ! MENDESAK ANIES DITANGKAP ATAU BUBARKAN KPK BUNTUT KASUS FORMULA E"

CEK FAKTA:

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan berita kredibel yang menyatakan bahwa gedung KPK hampir dibakar oleh massa yang mendesak Anies segera ditangkap.

Selain itu, hingga saat ini pada Jumat (18/8/23), pihak KPK tidak pernah menyatakan bahwa Gedung Merah Putih hampir dibakar.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyatakan 'gedung KPK hampir di bakar !! mendesak Anies ditangkap atau bubarkan KPK buntut kasus formula e' merupakan narasi yang salah.

Unggahan tersebut memuat informasi Hoaks dan tidak benar.

Baca Juga: 4 Drama Komedi Korea Pengusir Stres dan Pengundang Tawa, Wajib Tonton!

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More